Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Cara Menjaga Kesehatan Organ Intim Wanita, Ampuh Cegah Penyakit Menular Seksual!

Vagina merupakan bagian luar dari saluran genital wanita yang elastis dan berotot. Memiliki organ kewanitaan yang bersih dan sehat adalah idaman setiap wanita.


Kesehatan organ kewanitaan atau vagina bukan hanya dirasakan langsung oleh wanita, namun juga bagi suaminya (untuk mereka yang sudah menikah). Keadaan vagina yang bersih dan sehat menjadi lebih aman serta nyaman ketika berhubungan intim. Sayangnya banyak wanita yang belum mengetahui cara yang tepat untuk menjaga kesehatan vagina dengan cara yang tepat.

Menjaga kesehatan organ intim wanita

cara menjaga kesehatan vagina

Pada dasarnya, menjaga kesehatan vagina menjadi suatu keharusan bagi setiap wanita. Mengapa? Alasannya tentu demi mendapatkan tubuh yang sehat serta terhindar dari segala penyakit kelamin yang membahayakan seperti kanker serviks, infeksi, dan keputihan berlebih. Meski jarang terjadi, tetapi penyakit yang dipicu infeksi bakteri ini dapat membahayakan nyawa penderitanya lho FarmaFriends!

Baca juga: Mengenali Jenis Penyakit Menular Seksual dan Cara Pencegahannya


Organ kewanitaan vagina, sebetulnya memiliki mekanisme tersendiri untuk membersihkan dirinya dengan cara mengeluarkan cairan putih bening yang disebut dengan vaginal discharge.

Cairan inilah yang umumnya disebut sebagai keputihan. Keputihan merupakan hal yang normal terjadi asalkan terjadi dalam jumlah yang normal, tidak berbau, dan berwarna bening atau terkadang cenderung sedikit putih, dan tidak disertai keluhan atau nyeri pada vagina. Menurut U.S Department of Health & Human Service, beberapa wanita mengeluarkan cairan ini hampir setiap hari, sementara ada pula yang hanya mengeluarkan cairan keputihan sesekali saja pada saat- saat tertentu. Nah jika Anda memiliki jumla keputihan lebih dari biasanya, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter atau penyedia layanan kesehatan.

Fakta cairan vagina yang perlu Anda ketahui

warna cairan vagina

Mengutip dari Goodhousekeeping, setiap wanita perlu mengetahui fakta-fakta mengenai cairan yang keluar dari organ kewanitaaanya. Berikut beberapa fakta yang perlu Anda ketahui:

Menuju masa menstruasi

Beberapa hari setelah ovulasi, debit cairan miss V akan melambat lagi. Jika siklus ini cukup biasa, umumnya wanita akan mendapatkan haid sekitar 14 hari setelah berovulasi (masa subur). Pada saat itu wanita juga dapat melihat cairan putih secara berkala.

Mengalami stres

Meski sering dialami banyak wanita, namun tidak banyak wanita yang tahu bahwa stres dapat mempengaruhi jumlah cairan miss V. Namun jangan khawatir, dengan mengelola emosi diri, cairan keputihan dari Miss V akan kembali normal.

Adanya infeksi

Beberapa perubahan yang terjadi pada cairan vagina dapat diketahui dari bau dan tekstur cairan itu sendiri.

Menurut Hilda Hutcherson MD, seorang profesor Obstetri dan Ginekologi di Columbia University College of Physicians and Surgeon, ada 3 warna cairan yang dapat menjadi indikator dari ada atau tidaknya infeksi pada vagina. Warna keabu-abuan, merupakan gejala umum dari infeksi bakteri vaginosis yang disertai dengan bau busuk. Kuning atau hijau, bisa menunjukan bahwa sel-sel dara putih telah terlibat infeksi menular seksual. Cokelat, disebabkan oleh dara kering yang mengisyaratkan adanya infeksi yang menyebabkan peradangan. Jika suda mengalami hal seperti ini sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter ya.


Adanya sisa darah menstruasi

Tidak perlu dibuat panik saat mengalami kondisi ini. Keadaan ini biasanya terjadi akibat ada darah menstruasi yang masih tersisa. Akan tetapi hal ini tetap perlu menjadi perhatian Anda, sebab ada kemungkinan vagina mengalami infeksi rahim, panggul, atau sedang mengalami kehamilan.

Merawat dan menjaga kesehatan vagina bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Apa saja ya cara dan tips untuk menjaga kesehatan wanita yang dimaksud? Simak di artikel berikut ini.

Cara merawat dan menjaga kesehatan vagina yang benar

cara merawat vagina yang benar

Vagina harus dijaga agar selalu kering dan terbebas dari penyakit kemaluan. Berikut ini panduan merawat dan menjaga kesehatan vagina:

1. Membersihkan vagina secara rutin

 Vagina perlu dibersihkan atau dibasuh setiap kali buang air kecil atau besar. Terkesan sederhana memang, namun banyak wanita salah dalam menerapkannya. Cara membersihkan vagina yang benar adalah dari arah vagina menuju anus. Hal ini berfungsi untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina yang justru dapat menyebabkan infeksi bakteri. Setelah membasuh nya, jangan lupa untuk segera mengeringkan dengan handuk atau tisu toilet.

Tetap perlu diperhatikan tingkat keasaman (pH) vagina yang normal adalah 3,8 -4,5. Pilihlah sabun pembersih yang tidak akan mengganggu keseimbangan pH di daerah kewanitaan Anda. Contohnya seperti menggunakan produ Andalan Feminine Care Intimate Wash.

Andalan Feminine Care Intimate Wash Fresh adalah pembersih area kewanitaan yang memiliki formula khusus dengan kandungan prebiotik dan bahan alami yang menjaga keseimbangan pH di area V. Diformulasikan dari ekstrak daun sirih, Chamomile, dan Aloe Vera untuk memberikan perlindungan dan membersihkan area V dengan lembut. Diperkaya dengan ekstrak susu yang melembabkan, memperbaiki, dan mencegah kulit kering di area V. Aman digunakan oleh Anda dengan kulit normal hingga sensitif karena memiliki pH seimbang dan telah teruji secara klinis.

Andalan Feminine Care Intimate Wash Natural White adalah pembersih area kewanitaan yang memiliki formula khusus dengan prebiotik dan bahan alami dari ekstrak White Lily yang dapat membantu mencerahkan area kewanitaan agar terlihat bersih. Selain itu, produk ini juga mengandung Lactic Acid dan ekstrak susu, sehingga memberikan perlindungan untuk menjaga keseimbangan bakteri dan menjaga kelembapan kulit. Diperkaya dengan bahan aktif alami dari Aloe Vera, daun sirih, dan menthhol, Andalan Feminine Care Natural WHite Intimate Wash dapat memberikan kesegaran setiap hari. 

Andalan Feminine Care Intimate Wash Revitalize adalah pembersih area kewanitaan yang memiliki formula khusus dengan prebiotik dan bahan alami dari ekstrak Manjakani, daun sihir, Chamomile, dan Aloe Vera yang dapat membantu menjaga elastisitas dinding area kewanitaan. Selain itu, diperkaya dengan ekstrak susu yang dapat melembabkan, memperbaiki, dan mengcegah kekeringan di area V. Andalan Feminine Care Intimate Wash Revitalize dapat memberikan kesegaran setiap hari. Semua produk ini aman digunakan oleh Anda dengan kulit normal hingga sensitif karena memiliki pH seimbang dan telah teruji secara klinis, dermatologis, dan ginekologis.

2. Rutin membersihkan area vagina saat menstruasi

Saat periode menstruasi, sebaiknya Anda membersihkan area vagina lebih dari dua kali sehari. Untuk membersihkan vagina saat masa haid, cukup gunakan air hangat atau air mengalir dan sabun yang berbahan lembut. Tidak hanya itu, Anda juga dianjurkan untuk mengganti pembalut saat sudah terasa lembab atau basah.

3. Mencukur bulu kemaluan seperlunya

Bulu kemaluan berfungsi untuk melindungi organ kewanitaaan dari kotoran, bakteri, gesekan dan keringat. Oleh sebab itu sebaiknya mencukur bulu seperlunya saja. Dan ingat, gunakan gel atau krim khusus saat mencukur agar bagian tidak melukai kulit vagina.


4. Gunakan celana berbahan katun dan tidak terlalu ketat

Bahan katun bersifat breathable sehingga efektif melancarkan sirkulasi udara di area kemaluan dan dapat menyerap keringat. Jangan lupa untuk mengganti celana dalam secara teratur, terutama jika sudah terasa basah atau lembab. Dengan begitu, vagina bisa lebih sehat terbebas dari infeksi jamur dan bakteri.

5. Menggunakan kontrasepsi dengan bijak

Sebelum memutuskan untuk memakai alat kontrasepsi tertentu, lebih baik jika Anda mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter atau praktisi kesehatan. Alasannya karena penggunaan alat kontrasepsi hormonal mungkin bisa membuat vagina menjadi kering.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Seksual pada Wanita Berdasarkan Usia yang Penting untuk Diketahui!


6. Minum banyak air putih

Sama seperti bagian tubuh lainnya, sistem reproduksi juga dapat mengalami dehidrasi. Oleh karenanya, cukup minum dapat membantu mencegah vagina kering. Vagina kering inilah yang sering menjadi penyebab hubungan seksual menjadi kurang nyaman hingga meningkatkan risiko infeksi.

7. Gunakan pelumas

Kelembaban organ kewanitaan tiap wanita tidaklah sama. Beberapa faktor yang mungkin saja mempengaruhi kelembaban tersebut seperti kurangnya stimulasi, stres, menopause, atau efek samping obat.

Hal ini tentu perlu menjadi perhatian Anda ketika akan bercinta dengan pasangan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kondisi vagina yang kering dapat menimbulkan rasa sakit saat bercinta. Nah, solusi untuk masalah ini selain minum banyak air putih, adalah dengan menggunakan pelumas. Untuk menghindari risiko infeksi jamur saat memakai pelumas, sebaiknya pilihlah pelumas yang berbahan dasar air atau water base.

Baca Juga: Cara Memakai Kondom yang Benar Agar Pasangan Tidak Hamil


8. Mengutamakan penggunaan kondom

Menariknya, penggunaan kondom saat bercinta bukan hanya untuk mencegah penularan PMS (penyakit seksual menular) saja lho, melainkan dapat menyeimbangkan pH vagina sekaligus menyehatkan bakteri baik selama berhubungan intim dengan pasangan.


Kesehatan vagina bukan hanya dipengaruhi oleh faktor fisik, melainkan faktor psikologis. Tentu setiap wanita memiliki tingkat kesehatan organ kewanitaan yang berbeda- beda dengan kondisi yang selalu berubah-ubah. Selama tidak menimbulkan keluhan seperti bau menyengat, gatal, dan nyeri, hal ini tidak perlu Anda pusingkan. Jadi, itulah beberapa cara yang dapat Anda terapkan supaya kesehatan organ kewanitaan Anda tetap terjaga. Selamat mencoba FarmaFriends!(PK)

NHS. Diakses pada Agustus 2020. Live Well. Keeping Your Vagina Clean and Healthy.https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/keeping-your-vagina-clean-and-healthy/

Mayoclinic. Diakses pada Agustus 2020. Vagina: What's Normal, What's Not. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/vagina/art-20046562

Goodhousekeeping. Diakses pada Agustus 2020. What the Color of Your Vaginal Discharge Means, According to Gynos. https://www.goodhousekeeping.com/health/a34156/vaginal-discharge-causes-treatment/

HHS.gov. Diakses pada Agustus 2020. Reproductive Health. https://opa.hhs.gov/

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan