Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Perut Kembung

Perut kembung adalah kondisi gangguan pencernaan yang ditandai dengan sensasi penuh pada perut yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

Kondisi perut kembung dapat terjadi saat gas atau udara masuk memenuhi saluran pencernaan. Selain tidak nyaman, orang yang mengalami perut kembung biasanya disertai dengan sendawa atau buang angin (kentut) yang lebih sering dan perut yang membesar.


Perut kembung dapat dialami oleh siapa saja dari segala usia. Umumnya kondisi perut kembung terkait dengan gangguan pada pencernaan, pengaruh masalah medis tertentu.

Gejala Perut Kembung

Gejala perut kembung beragam dan dapat disalah artikan sebagai gejala penyakit jantung. Paling sering ditemui yaitu perut yang membuncit dan rasa sesak.

  • Nyeri pada perut dan dada
  • Tinja berdarah
  • Berat badan menurun
  • Tidak nafsu makan
  • Frekuensi BAB mengalami perubahan
  • Diare

Perut kembung dapat dialami oleh siapa saja dari segala usia. Umumnya kondisi perut kembung terkait dengan gangguan pada pencernaan, pengaruh masalah medis tertentu.

Penyebab Perut Kembung

Perut kembung disebabkan oleh banyaknya gas dan udara yang masuk ke dalam perut atau saluran pencernaan. Kondisi ini merupakan dampak dari kebiasaan tidak disengaja yang sering Anda lakukan, seperti:

  • Makan terlalu banyak atau terlalu cepat
  • Mengkonsumsi makanan terlalu pedas
  • Mengunyah banyak permen karet
  • Berbaring setelah makan
  • Memiliki riwayat alergi makanan

Selain itu perut kembung juga dapat disebabkan oleh masalah medis lainnya, diataranya:

  • Sakit Maag 
  • Penyakit Hernia
  • Iritasi pada usus
  • Ovarium Kyst (Kista ovarium)
  • Tukak Lambung 
  • Kekurangan enzim pencernaan
  • Kontipasi
  • Infeksi usus

Kapan Harus Datang Ke Dokter?

Kondisi perut kembung umumnya tidak berlangsung lama dan dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, sebaiknya segera periksa ke dokter jika Anda mengalami beberapa gangguan kesehatan lainnya saat perut Anda dalam keadaan kembung seperti warna tinja gelap berdarah, nyeri perut yang tidak kunjung membaik, dan demam tinggi untuk menghindari risiko penyakit yang lebih parah. 

Pengobatan Perut Kembung

Pengobatan pada perut kembung umumnya disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Untuk mengurangi penumpukan gas dan kembung semakin berkembang dokter mungkin akan memberikan obat antasida yang bebas diperjualbelikan di pasaran atau obat simethicone yang bertujuan untuk mengeluarkan gas lebih cepat.

Obat Antasida

Obat antasida adalah obat yang digunakan untuk menetralkan asam lambung. Obat ini juga berperan dalam membunuh bakteri di sistem pencernaan. Obat ini dapat juga digunakan untuk mengatasi maag dan tukak lambung.


Simethicone

Simethicone adalah obat golongan antiflatulensi yang digunakan untuk mengatasi perut kembung. Bekerja dengan mengurangi tekanan gas didalam perut agar lebih mudah dikeluarkan. Obat simethicone juga digunakan untuk menangani kolik pada bayi, yaitu bayi yang menangis terus menerus.

Pencegahan Perut Kembung

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi perut kembung, yaitu:

  • Kurangi mengunyah permen karet
  • Memberikan jeda waktu setelah makan jika ingin berbaring
  • Kurangi konsumsi makanan penghasil gas
  • Tidak makan secara berlebihan

Kesimpulan

Perut kembung adalah kondisi dimana seseorang merasakan sensasi penuh pada perut yang disertai rasa nyeri. Perut kembung disebabkan oleh gas dan udara yang menumpuk di dalam perut.

Baca juga: Artikel kesehatan lainnya

Kondisi nyeri perut tidak berlangsung lama, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, beberapa kondisi harus diwaspadai agar terhindar dari risiko komplikasi penyakit yang lebih parah seperti nyeri perut yang tidak kunjung membaik, tinja berdarah, hingga demam tinggi.

Pengobatan menggunakan obat antasida dan simethicone dapat dilakukan untuk membantu mengurangi tekanan gas didalam perut sehingga lebih mudah dikeluarkan.

jnmjournal.org. Abdominal Bloating: Pathophysiology and Treatment. Oktober 2013

familydoctor.org.Bloating. Januari 2019

health.harvard.edu.What’s causing that belly bloat?. Desember 2018

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya