Penyakit Abses Gigi

 12 Aug 2019



abses gigi


Sakit pada mulut memang sangat mengganggu. Bukan hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, melainkan juga mengurangi kepercayaan diri penderitanya. Sakit pada mulut tidak boleh disepelekan terutama jika rasa sakit tersebut disebabkan karena gigi yang bernanah.

 

 

 

Abses Gigi

Abses gigi dalam dunia medis dikenal dengan istilah dental abscess, adalah kondisi terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah yang terletak akibat dari infeksi bakteri pada gigi, gusi, atau tulang penyangga gigi. Kemunculan abses gigi biasanya terjadi pada bagian gigi paling bawah.

 

Abses gigi umumnya mengakibatkan rasa nyeri yang tidak tertahankan, disertai dengan kemunculan kantung nanah.

 

Nanah yang dimaksud adalah cairan warna putih kekuningan atau kecoklatan yang mengandung protein, sel darah putih, bakteri, dan jaringan mati. 

 

Abses gigi dapat dialami oleh siapapun, oleh segala usia dan gender. Kondisi ini dapat disertai dengan pembengkakan pada wajah, demam, dan sensitivitas tubuh yang berlebihan terhadap suhu panas dan dingin. Infeksi abses gigi umumnya diderita oleh orang yang kurang menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi.

 

 

 

Stadium Abses Gigi

Keberadaan nanah pada benjolan infeksi, lama - kelamaan akan menumpuk dan menyebabkan rasa nyeri yang semakin parah. Abses gigi memiliki stadium yang menjadi indikator tingkat keparahannya. Setiap tingkat keparahan dari ringan, sedang, hingga berat memiliki penanganan yang berbeda - beda. Berikut penjelasan mengenai stadium abses gigi:

 

  1. Abses periapikal

    pada stadium ini, nanah yang awalnya muncul pada akar gigi telah menyebar hingga ke bagian jaringan saraf dan sekitarnya. Tidak heran jika penderita abses gigi periapikal mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher dan rahang. Umumnya abses pada jenis ini memerlukan pengobatan melalui obat antibiotik.

  2. Abses periodontal 

    Infeksi bakteri pada abses stadium ini mulai menyebar kebagian periodontal gigi (struktur jaringan lunak atau tulang penyangga gigi) sehingga dapat memberikan dampak pada gigi atau ligamen gusi). 

  3. Abses gingival 

    Kondisi abses yang hanya terjadi pada area gusi. Kondisi abses ini tidak berdampak pada gigi atau ligamen gusi.

 

 

 

Apakah Abses Gigi Berbahaya?

Abses gigi adalah masalah mulut yang cukup umum dialami oleh anak - anak hingga orang dewasa. Kondisi abses gigi apabila tidak segera ditangani dengan segera dapat mengancamkan keselamatan jiwa.

 

Contoh yang paling berbahaya adalah phlegmon (angina Ludwig), dimana abses sudah menyebar ke arah bawah leher hingga dapat menghambat saluran pernafasan. Kondisi phlegmon ini juga disertai trismus (tidak bisa membuka mulut) sehingga tidak dapat makan, demam, sulit bernafas, rasa sakit yang hebat, lemah dan lesu.

 

Diperlukan penanganan utama berupa pemberian antibiotik hingga -jika memungkinkan- perlu dilakukan tindakan operasi agar nanah dapat keluar.

 

 

 

Antibiotik Untuk Abses Gigi

Dalam pengobatan abses gigi, dokter Anda mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi menyebar ke gusi, rahang, atau bagian lainnya. Selain itu antibiotik efektif melawan kuman dan bakteri penyebab infeksi. Berikut antibiotik yang mungkin diresepkan untuk penderita abses gigi.

 

  1. Penisilin V

    Penisilin V adalah obat antibiotik yang efektif membasmi beberapa bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gigi.

  2. Amoxicillin

    Amoxicillin adalah obat yang masuk dalam golongan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah gigi. Obat ini bekerja dengan menghancurkan pembentukan dinding sel bakteri serta menghentikan perkembangan bakteri di dalam mulut.

  3. Erythromycin

    Erythromycin dapat menjadi alternatif bagi pasien yang alergi terhadap penisilin. Umumnya obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi di sekitar gigi bungsu (perikoronitis) dan infeksi yang berkembang setelah operasi gigi.

  4. Clindamycin

    Clindamycin, merupakan salah satu antibiotik untuk sakit gigi. Antibiotik ini dapat mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini sering diresepkan untuk indikasi abses gigi, infeksi jaringan lunak, dan tulang yang tidak mempan dengan antibiotik erythromycin ataupun penisilin. 

 

 

Kesimpulan

Abses gigi adalah kondisi gangguan pada mulut yang dapat dialami oleh semua orang. Namun umumnya, kondisi ini dialami oleh orang yang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dengan baik.

 

Kondisi abses gigi merupakan terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah pada gigi, gusi, ataupun tulang yang menyangga gigi. Selain menyebabkan rasa tidak nyaman, abses gigi dapat menyebabkan rasa nyeri pada area gigi yang tidak tertahankan.

 

Abses gigi harus segera diatasi. Abses gigi yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebar ke leher bagian bawah dan saluran pernafasan sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa. Penanganan abses gigi dapat dilakukan dengan pemberian obat antibiotik hingga tindakan pembedahan benjolan.

 

 

 

Sumber: 

https://www.alodokter.com/abses-gigi, Jul 2017 
https://www.halodoc.com/3-jenis-abses-dan-cara-mengatasinya, Jul 2018






Bagikan artikel ini :