Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Dermatitis Atopik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

dermatitis atopik farmaku

Ada banyak jenis dermatitis yang dapat menyerang penderitanya. Salah satu yang umum dialami oleh anak-anak dan dewasa adalah tipe dermatitis atopik. Penyakit ini tidak menular, namun sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman akibat rasa gatal. Inilah yang sering kali menyebabkan iritasi hingga infeksi.

Inilah mengapa sangat penting untuk memahami penyebab dan gejala dermatitis atopik. Tujuannya adalah sebagai pencegahan agar tidak timbul penyakit baru serta membuatnya tidak semakin parah. Berikut berbagai informasi terkait dermatitis atopik yang perlu Anda ketahui:

Apa Itu Dermatitis Atopik?

Dermatitis atopik adalah suatu kondisi yang menyebabkan kulit menjadi kering, kemerahan, dan gatal. Penyakit ini sangat umum diderita oleh bayi dan dapat menyerang pada semua usia. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), 90% penderita atopic dermatitis terserang pada usia di bawah 5 tahun dan sangat jarang terjadi seseorang terdiagnosis saat dewasa tanpa pernah sakit sebelumnya.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan dermatitis atopik. Namun, pengobatan dan perawatan dapat mencegah timbulnya iritasi baru. Bentuk dari pencegahan antara lain menghindari sabun berbahan kuat, rutin melembapkan kulit, dan mengaplikasian salep medis.

Baca juga: Moms, Inilah Cara Memilih Produk Bayi dengan Kulit Sensitif yang Tepat dan Aman!

Penyebab dan Faktor Risiko Dermatitis Atopik

Penyebab dermatitis atopik belum diketahui hingga saat ini. Namun, banyak ditemukan kasus penderitanya memiliki orang tua dengan riwayat kesehatan penyakit yang sama, alergi, atau asma. Sehingga, genetik dan riwayat kesehatan keluarga menjadi salah satu faktor risiko.

Penderita dermatitis atopik memiliki ciri kulit yang lebih kering. Hal ini menyebabkan kulit sangat mudah terserang iritan dan kehilangan kelembapan. Ruam merah dan gatal pun sangat mudah berkembang akibat kondisi kulit tersebut. Maka, sangat penting bagi Anda untuk menghindari benda pemicu alergif, seperti:

  • Mandi atau mandi air hangat terlalu lama
  • Makanan pemicu alergi, seperti susu, ikan, kacang-kacangan
  • Keringat
  • Suhu yang panas
  • Luka pada kulit
  • Cuaca dingin dan kering
  • Sabun, detergen, dan pembersih
  • Wol dan kain sintetis
  • Pasir, asap, dan iritan fisik lainnya
  • Alergen seperti serbuk sari, debu, dan bulu
  • Olahraga berat
  • Stres dan gangguan psikis

Apa Kriteria Diagnosis Dermatitis Atopik?

Proses diagnosis dermatitis atopik diawali dengan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Pengumpulan informasi termasuk juga kebiasaan menggaruk ketika kulit mengalami iritasi. Pada pemeriksaan dermatitis secara umum, dokter dapat meminta sampel kulit untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Meskipun pengobatan dermatitis atopik bisa dilakukan di rumah, tapi ada beberapa kondisi yang mewajibkan Anda untuk segera menghubungi dokter. Salah satunya adalah ketika rasa gatal mulai mengganggu tidur dan menyebabkan stres. Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah saat timbul infeksi akibat bakteri dan menyebabkan panas, timbulnya cairan, dan bengkak.

Anda perlu mengenali ciri-ciri penyakit ini saat sedang menyerang untuk mencegahnya agar tidak semakin parah. Gejala dermatitis atopik yang paling dapat dikenali adalah kulit kering, gatal, dan ruam. Saat kambuh, penderita akan sulit menahan keinginan menggaruk.

Meskipun dapat meredakan rasa gatal sejenak, namun kebiasaan ini mengakibatkan peradangan semakin parah dan infeksi pada kulit. Atopic dermatitis menunjukkan ciri-ciri berbeda tergantung dari usia penderitanya.

Gejala Dermatitis Atopik pada Bayi

Berikut tanda-tanda yang sering muncul pada bayi di bawah 2 tahun:

  • Ruam pada kulit kepala dan pipi
  • Ruam yang menggelembung sebelum akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan
  • Gatal luar biasa hingga anak sulit tidur nyenyak

Gejala Dermatitis Atopik pada Anak-Anak

Sedangkan pada anak usia 2 tahun ke atas, berikut tanda-tanda muncul:

  • Ruam pada lipatan lutut dan siku
  • Ruam pada pipi, leher, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki
  • Penebalan kulit atau likenifikasi yang mengakibatkan gatal permanen
  • Ruam yang dapat berubah warna menjadi lebih gelap atau lebih terang
  • Kulit kering dan bersisik pada kulit yang mengalami ruam

Gejala Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa

Pada orang dewasa, ciri-ciri yang timbul antara lain:

  • Kulit kering dan bersisik pada area ruam
  • Ruam pada lipatan siku, lutut, atau tengkuk
  • Infeksi pada kulit

Setiap pasien memiliki penampilan kulit yang berbeda-beda saat terserang dermatitis. Kondisi ini dipengaruhi bagaimana penderitanya menggaruk dan ada tidaknya iritasi. Kebiasaan menggaruk dan menggosok bisa mengakibatkan kulit semakin iritasi, gatal semakin parah, dan meningkatkan peradangan.

Orang dewasa yang memiliki riwayat medis dermatitis atopik saat kecil dan tidak lagi mengalaminya, biasanya tetap mengalami permasalahan kesehatan. Beberapa di antaranya kulit sensitif yang mudah iritasi, eksim pada kulit, dan sakit mata. 

Baca Juga: 4 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Olahraga

Cara Menyembuhkan Dermatitis Atopik

Pengobatan yang dilakukan oleh penderita atopic dermatitis bersifat mengurangi rasa gatal dan mencegah peradangan. Perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan usia, gejala, dan kondisi kesehatan pasien. Bagi sebagian orang, penyakit ini bisa sembuh dengan mudah, namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama.

Penanganan Alami Dermatitis Atopik di Rumah

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya dermatitis atopik dan membuatnya semakin parah, antara lain:

1. Pilih Sabun dengan Bahan yang Tepat

Hindari menggunakan sabun dengan pewarna, pewangi, dan sabun antiseptik yang bisa memicu iritasi dan gatal. Pilih sabun yang mengandung pelembap untuk mengatasi kulit kering.

2. Kompres Kulit dengan Air Hangat

Saat kambuh, kulit akan terasa gatal yang membuat penderitanya ingin terus menggaruk. Anda bisa kompres atau mandi dengan air hangat untuk meredakannya.

3. Mengenakan Pakaian dengan Bahan Menyerap Keringat

Kulit lembap akibat keringat tidak terserap bisa memicu gatal dan ruam. Inilah mengapa penderita dermatitis atopik sangat dianjurkan memilih baju dengan bahan lembut, sejuk, dan dapat menyerap keringat seperti katun.

4. Menggunakan Pelembap Khusus

Selain obat, biasanya dokter akan memberikan lotion khusus untuk membantu melembapkan kulit. Pilihlah produk yang mengandung bahan-bahan melembabkan dan menjaga kerusakan kulit, seperti:

  • Glycerin
  • Alpha hydroxy acid (AHA)
  • Hyaluronic acid
  • Lanolin
  • Minyak zaitun
  • Shea butter

Anda juga bisa memilih lotion medis yang telah diresepkan oleh dokter. Gunakan pelembap sesuai dengan anjuran pada kemasan atau aturan dokter. Umumnya, lotion digunakan dua kali sehari dengan mengoleskannya pada area yang teriritasi.

5. Menghindari Alergen

Cara pencegahan yang paling mudah dilakukan adalah dengan menghindari zat, benda, dan faktor yang bisa menimbulkan alergi. Beberapa hal yang dapat memperparah ruam dan gatal antara lain debu, polusi, udara dingin, detergen, keringat berlebih, atau stres.

6. Memulai Kebiasaan Baik Lainnya

Selain kelima hal di atas, Anda juga bisa melakukan perawatan di rumah dengan memulai berbagai kebiasaan baik, seperti:

  • Mandi dua kali sehari dengan air hangat dan durasi 5-10 menit
  • Gunakan handuk lembut dan keringkan badan dengan menepuk-nepuk
  • Oleskan lotion untuk mencegah kulit kering
  • Gunakan humidifier saat cuaca dingin atau kering
  • Rutin memotong kuku supaya tidak melukai kulit saat menggaruk

Obat Dermatitis Atopik

Ketika eksim susu sudah semakin parah, dokter akan memberikan obat dermatitis atopik untuk mengatasi gejala yang timbul. Pemberian obat akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan tingkat keparahan ruam.

Beberapa obat yang sering diberikan antara lain:

1. Krim dan Salep Kortikosteroid Topikal

Obat ini merupakan antiinflamasi yang bermanfaat untuk meredakan gatal, radang, dan gejala eksim lainnya. Cara menggunakannya adalah dengan mengaplikasikan pada kulit yang mengalami ruam. Salah satu salep dermatitis yang bisa Anda gunakan adalah Visanscort Cream.

2. Kortikosteroid Sistemik

Saat pengobatan topikal atau pengobatan luar tidak efektif, dokter akan meresepkan obat sistemik. Jenis obat ini biasanya berupa tablet oral atau suntikan yang dikonsumsi dalam waktu singkat.

3. Antibiotik

Antibiotik diberikan saat terjadi iritasi dan infeksi akibat bakteri.

4. Antihistamin

Antihistamin merupakan obat untuk menghilangkan rasa gatal. Sering kali diresepkan pada malam hari karena menyebabkan kantuk.

5. Pelembap Medis

Pelembap diberikan untuk mencegah kulit kering, menghidrasi kulit, dan mencegah kerusakan.

Meskipun kulit yang terserang sudah mengalami penyembuhan, penderita dermatitis atopik tetap dianjurkan untuk menjaganya. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya iritasi baru. Dengan mempelajari penyebab dan faktor risiko, Anda dapat mengurangi frekuensi kambuhnya dermatitis atopik. Jangan ragu untuk selalu konsultasi pada dokter dalam perencanaan perawatan dan pengobatan penyakit ini.

Healthline. Diakses pada November 2020. What is Atopic Dermatitis?. https://www.healthline.com/health/atopic-dermatitis/what-is-atopic-dermatitis#What-causes-atopic-dermatitis

Mayoclinic. Diakses pada November 2020. Atopic dermatitis (eczema). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20353273#:~:text=Atopic%20dermatitis%20(eczema)%20is%20a,been%20found%20for%20atopic%20dermatitis.

Medicalnewstoday. Diakses pada November 2020. What to know about eczema. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14417#treatments 

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya