Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Dermatitis: Jenis, Penyebab, Gejala, dll

dermatitis farmaku

Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang menyerang anak-anak hingga dewasa. Meskipun tidak menular, namun kondisi ini sering kali mengganggu kenyamanan penderitanya. Rasa gatal yang menyerang sering kali menyebabkan penderitanya sulit menahan diri hingga terjadi luka dalam.

Dikenal juga dengan eksim, penyakit ini dapat menyerang berbagai area pada tubuh. Bentuk pengobatannya pun akan disesuaikan dengan jenisnya dan penyebabnya. Lamanya penyembuhan juga tergantung dari tingkat keparahan penyakit. Untuk itu, pasien dianjurkan untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan demi mengurangi risiko kambuhnya penyakit kulit ini. Berikut berbagai informasi lengkap terkait penyakit dermatitis yang penting Anda ketahui!

Apa Itu Dermatitis?

Penyakit Dermatitis adalah peradangan yang membuat kulit kering, bengkak, atau kemerahan. Gejala yang muncul pada penderitanya pun berbeda-beda. Tergantung dari jenis penyakit dan bagian tubuh mana yang terserang. Hal ini yang menyebabkan gejala yang muncul menjadi beragam, mulai dari ringan hingga parah.

Namun, secara umum tanda-tanda dermatitis berupa:

  • Ruam
  • Lecet
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Gatal
  • Kulit terasa seperti terbakar atau tersengat
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Pada dasarnya, setiap orang dapat terserang penyakit kulit ini. Namun, ada kebiasaan-kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko terkena salah satu jenis penyakit dermatitis. Misalnya, seorang tenaga kesehatan yang rentan mengalami eksim karena sering mencuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya. Meskipun baik untuk kebersihan, cuci tangan bisa menghilangkan lapisan minyak pelindung dan mengubah pH-balanced.

Faktor risiko lainnya, antara lain:

  • Usia
  • Lingkungan
  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Kondisi kesehatan
  • Alergi
  • Asma 

Baca juga: 8 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit Bayi yang Sensitif

Macam-Macam Dermatitis dan Penyebabnya

Sebelum Anda memulai pengobatan, ada baiknya kenali dulu jenis dermatitis yang menyerang. Pasalnya, setiap jenis memiliki gejala dan penyebab yang berbeda. Sehingga, untuk perawatan luka pun perlu dilakukan kesesuaian dengan diagnosis.

Berikut berbagai informasi lengkap terkait macam macam dermatitis dan penyebabnya:

1. Dermatitis Atopik

Dikenal juga dengan sebutan eczema atau eksim, kondisi kulit seperti ini biasanya merupakan penyakit keturunan dan berkembang saat masih bayi. Penderitanya akan memiliki kulit kering, gatal, dan muncul bercak kasar. Pemicu lain yang bisa membuat eksim kambuh adalah lingkungan yang kurang bersih, bakteri, alergi, atau asma.

Sering kali eksim menyerang daerah lipatan tubuh seperti siku bagian dalam, belakang lutut, atau leher. Jika tergores atau digaruk terus menerus, ruam bisa mengeluarkan cairan dan mengeras. Penderita kondisi ini sering kali mengalami kondisi naik turun seperti keadaan yang mulai membaik, namun kembali terserang pada saat-saat tertentu.

2. Dermatitis Kontak

Sesuai dengan namanya, penyakit ini timbul saat kulit bersentuhan dengan benda atau zat tertentu dan menimbulkan iritasi. Reaksi alergi tersebut dapat berkembang lebih jauh menjadi ruam, gatal, melepuh, sensasi terbakar, dan tersengat. Setiap pasien memiliki alergi yang berbeda-beda, namun bahan umum yang sering memicu timbulnya ruam adalah detergen, kosmetik, nikel, dan kayu oak.

Gejala dermatitis kontak bisa timbul setelah 1 kali kontak dengan zat iritan yang kuat atau setelah berulang kali terpapar. Kemudian ruam akan muncul dalam 48-96 jam setelah bersentuhan dengan pemicu alergi yang ditandai dengan rasa gatal dan menyengat pada kulit.

3. Dermatitis Dishidrotik

Dermatitis dishidrotik disebabkan oleh kulit yang tidak dapat melindungi dirinya sendiri. Akibatnya, kulit menjadi kering, gatal, dan muncul gelembung kecil berisi cairan (blister) pada tangan atau kaki. Blister menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu penderitanya dalam beraktivitas. Jenis satu ini banyak menyerang pekerja yang sering terpapar cairan seperti tenaga medis, tukang cuci, petugas kebersihan, atau pekerja salon.

4. Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis banyak menyerang laki-laki dewasa berusia 55-65 tahun dan wanita berusia 15-25 tahun. Berbeda dengan eksim, jenis dermatitis ini jarang menyerang anak-anak ataupun bayi. Belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang bisa terkena penyakit ini, tapi biasanya dipicu oleh paparan zat kimia, obat-obatan jenis tertentu, infeksi, atau cedera.

5. Neurodermatitis

Neurodermatitis sering kali muncul saat penderitanya mengalami stres atau kontak dengan alergen. Gejala diawali dengan timbulnya rasa gatal pada area tangan, kaki, belakang telinga, belakang leher, atau area kemaluan. Area kulit gatal akan menjadi tebal, kemerahan, dan keriput jika digaruk terus-menerus.

6. Dermatitis Stasis

Penyebab dermatitis stasis adalah sirkulasi yang buruk pada area tungkai akibat pembuluh darah vena tidak mampu mendorong darah ke jantung. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dan menimbulkan rasa nyeri. Lambat laun varises yang timbul menjadi lebih gelap, kering, pecah-pecah, dan luka.

7. Dermatitis Seboroik

Dermatitis jenis ini muncul pada area tubuh yang berminyak, seperti kulit kepala dan wajah. Pada orang dewasa, dermatitis seboroik menimbul ketombe dan sisik kekuningan yang bisa meluas hingga wajah. Sedangkan pada bayi, sisik kekuningan terbentuk di area kepala atau disebut dengan cradle cap. Penyebab utama dari dermatitis seboroik adalah tumbuhnya jamur secara berlebihan pada kulit.

8. Dermatitis Neglecta

Bagi yang sering mengabaikan kebersihan, dermatitis neglecta bisa mengancam kesehatan Anda. Selain dapat menghilangkan kuman dan minyak, mandi bermanfaat untuk menghapus sel kulit mati dan zat lain yang menempel di kulit. Tubuh yang tidak dibersihkan mengakibatkan kulit bersisik akibat kotoran yang menumpuk.

Baca juga: Cara Merawat Kulit Sensitif Saat Berjerawat dengan Tepat

Bagaimana Cara Mencegah Dermatitis?

Sebelum memulai perawatan, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan melakukan pengecekan riwayat medis. Pada kasus tertentu, dermatologis akan melakukan diagnosis dengan melihat pada kulit yang ruam. Namun, untuk hasil yang lebih akurat, biasanya dokter akan mengambil sampel kulit untuk dilakukan serangkaian tes atau untuk diperiksa menggunakan mikroskop.

Ada beberapa metode untuk menyembuhkan dermatitis. Perawatan dilakukan dengan menyesuaikan tingkat keparahan, gejala, dan penyebab penyakit. Beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan antara lain:

  • Obat dermatitis untuk mengurangi rasa gatal.
  • Fototerapi atau menyinari area iritasi dengan sejumlah cahaya.
  • Krim tropikal dengan steroid, seperti hydrocortison untuk meredakan gatal dan peradangan.
  • Krim atau lotion untuk melembapkan kulit kering.
  • Mandi oatmeal untuk meredakan gatal.
  • Antibiotik atau obat jamur yang diberikan saat infeksi telah berkembang.

Umumnya, membutuhkan waktu 1-3 minggu sampai luka benar-benar sembuh. Inilah mengapa melakukan pencegahan sangat penting untuk dilakukan.

1. Menghindari Kontak dengan Alergen

Metode utama untuk menangkal serangan dermatitis adalah dengan menghindari benda, makanan, atau zat yang bisa menimbulkan alergi.

2. Rutin Membersihkan Diri

Menjaga kebersihan tubuh merupakan salah satu cara untuk terhindari dari dermatitis. Mandi dengan durasi singkat, gunakan sabun yang lembut, dan air hangat. Pilih sabun yang dapat memberikan kelembutan serta kelembapan pada kulit.

3. Mengeringkan Tubuh sesudah Mandi

Setelah mandi, lap tubuh dengan hati-hati dan lembut. Gerakan yang kasar bisa memicu timbulnya luka dan iritasi. Selain itu, kulit yang tidak dikeringkan dengan sempurna bisa memicu timbulnya jamur.

4. Gunakan Pelembap

Aplikasikan pelembap berbahan dasar minyak untuk menghindari kulit menjadi kering dan gatal. Sedangkan pelembap bahan dasar air cocok digunakan setelah mencuci tangan.

5. Hindari Menggaruk Ruam

Meskipun dermatitis sering kali mengakibatkan rasa gatal tidak tertahankan, usahakan untuk tidak menggaruk luka. Hal ini dapat berakibat fatal karena ruam dapat melebar dan menyebabkan infeksi.

Dermatitis tergolong sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan tidak menular. Hanya saja penderitanya akan merasa terganggu akibat rasa gatal dan nyeri pada area yang terkena iritasi. Segeralah menghubungi dokter jika kondisi ini mulai mengganggu aktivitas, menyebabkan susah tidur, kulit terasa sakit, muncul infeksi, dan gejala tidak kunjung reda setelah pengobatan.

Mayoclinic. Diakses pada November 2020. Dermatitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20352380.

Healthline. Diakses pada November 2020. Dermatitis. https://www.healthline.com/health/dermatitis.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan