Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Cara Menghangatkan ASI yang Aman dan Benar untuk Si Kecil

memanaskan asi

Pemberian ASI secara eksklusif pada anak pasti menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh hampir sebagian besar orang tua ya moms. Karena diketahui dapat memberikan berbagai macam manfaat yang baik untuk buah hati anda. ASI dapat memberikan kombinasi sempurna antara nutrisi, vitamin, dan antibodi yang dibutuhkan oleh bayi Anda untuk tumbuh sehat dan kuat. Bayi yang diberi perahan air susu ibu  juga diketahui  lebih jarang jatuh sakit dan memiliki penurunan risiko Sindrom Kematian Bayi mendadak.

Manfaat ASI Bagi Anak

cara memanaskan ASI

 

ASI memberikan nutrisi ideal yang dibutuhkan oleh bayi Anda untuk tumbuh. Terlebih  juga lebih mudah dicerna dibanding susu formula bayi. Air susu ibu mengandung antibodi yang membantu bayi Anda melawan virus dan bakteri. Menyusu dapat menurunkan risiko bayi Anda menderita asma atau alergi. Ditambah lagi, bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, tanpa susu formula, memiliki lebih sedikit infeksi telinga, penyakit pernafasan, dan serangan diare.

Baca Juga : Susu Formula Untuk Bayi: Pilihlah yang Cocok

Menurut informasi yang dilansir dari webMD.com mengkonsumsi ASI juga dikaitkan dengan skor IQ yang lebih tinggi di masa kanak-kanak dalam beberapa penelitian. Terlebih lagi, sentuhan, kontak fisik serta kontak mata antara ibu dan bayi membantu menjaga kelekatan antara anda dan bayi Anda serta membuat bayi anda merasa aman. Bayi yang mengkonsumsi ASI lebih mungkin memiliki berat yang tepat dan terhindar dari obesitas saat mereka tumbuh besar.

Namun, dalam beberapa kasus terdapat ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui bayi mereka. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti padatnya aktivitas, tuntutan pekerjaan, hingga kewajiban sosial dapat menghalangi anda memberikan ASI secara langsung. Sebagai salah satu solusi untuk permasalahan ini, para ibu mungkin memilih untuk memerah dan menyimpannya selama beberapa waktu di dalam kulkas atau freezer. Hal ini dilakukan supaya memungkinkan para Ibu supaya tetap dapat mengasihi si kecil secara konsisten. Saat memberikan ASI perah kepada bayi, beberapa orang tua mungkin akan menghangatkannya terlebih dahulu. Sehingga mengetahui cara yang tepat untuk hangatkan ASI merupakan hal yang moms harus ketahui. Sebab, jika anda melakukan hal yang salah, ini dapat beresiko mengurangi atau menghilangkan nutrisi yang terkadung didalamnya. 

Baca Juga : Tips Menggunakan Breast Pump Agar ASI Melimpah

Bagaimana Cara Menghangatkan ASI yang Benar?

cara menghangatkan asi

Menghangatkan Air susu ibu yang disimpan didalam lemari es atau freezer sebelum memberikannya kepada bayi memang merupakan pilihan orang tua. Beberapa orang mungkin hanya mencairkannya dengan didiamkan di dalam suhu ruang. Namun memanaskanya, dapat memudahkan Anda untuk mencampurnya kembali ke konsistensi semula. Sebab saat ASI dibekukan atau didinginkan, lemak pada ASI cenderung akan terpisah di dalam botol. Beberapa bayi juga mungkin lebih menyukai ASI yang dihangatkan, sebab ASI juga terasa hangat saat diberikan langsung pada saat menyusu.

Apabila anda memilih untuk menghangatkannya sebelum memberikannya kepada bayi, maka anda wajib mengetahui bagaimana cara yang tepat supaya si kecil tidak kehilangan nutrisi dari ASI. Berikut farmaku telah merangkum langkah –iulangkah untuk menghangatkan ASI yang aman untuk Anda dirumah.

Dari  lemari es

  1. Ambil ASI dari lemari es dan sisihkan.
  2. Panaskan air, diamkan sebentar tunggu sampai air hangat (tidak mendidih) ke dalam wadah seperti mangkuk.
  3. Tempatkan kantong atau botol tertutup ke dalam mangkuk berisi air hangat. Susu harus disimpan dalam wadah tertutup selama proses pemanasan.
  4. Biarkan susu dalam air hangat selama 1-2 menit, atau hingga mencapai suhu tubuh (37 ° C atau 99 ° F). Jangan panaskan ASI pada suhu yang terlalu panas. Sebab hal ini dapat merusak ASI, menghancurkan banyak nutrisi penting yang dibutuhkan bayi Anda.
  5. Apabila saat dipanaskan ASI masih di dalam kantong, tuangkan ASI ke dalam botol setelah dipanaskan. Pastikan anda telah membersihkan tangan anda sebelumnya dan pastikan juga anda tidak memasukan jari anda ke dalam botol untuk mencegah kuman masuk ke dalam susu.
  6. Aduk ASI secara perlahan  (jangan dikocok) untuk mencampurkan lemak yang terpisah pada ASI.
  7. Sebelum memberikan ASI yang telah dihangatkan kepada bayi Anda, uji suhu ASI terlebih dahulu. Anda bisa melakukannya dengan menuangkan sedikit ke pergelangan tangan Anda.

 

Dari Freezer (membeku)

Untuk menghangatkan ASI yang beku, keluarkan ASI beku dari freezer dan masukkan ke dalam lemari es untuk dicairkan semalaman. Kemudian, ikuti petunjuk yang sama untuk menghangatkan ASI dari lemari es.

Jika Anda membutuhkan susu segera dan yang Anda miliki hanyalah susu beku, Anda dapat memanaskan ASI langsung dari freezer menggunakan metode yang sama dengan yang Anda gunakan untuk memanaskan dari lemari es. Satu-satunya perbedaan adalah Anda harus menyimpannya di dalam air hangat selama 10-15 menit, atau lebih lama.

Selain merendam ASI ke dalam wadah yang telah diberi air panas, Anda juga dapat menghangatkan susu dengan memegang kantong atau botol tertutup di bawah air panas yang mengalir dari keran. Namun, hal ini membutuhkan waktu lebih lama dan menggunakan lebih banyak air. Ini juga memungkinkan Anda terkena luka bakar atau membuat tangan anda melepuh.

Hal- hal yang Harus Moms Perhatikan 

asi

Selain melakukan langkah yang tepat, terdapat beberapa hal yang harus anda perhatikan saat anda hendak menghangatkan ASI yang telah disimpan didalam kulkas atau freezer. Berikut adalah beberapa tips yang mungkin dapat membantu anda :

 Usahakan untuk menggunakan air susu yang disimpan paling awal

Hal yang harus anda ingat saat memberikan ASI perah kepada bayi anda adalah anda harus mengeluarkan ASI yang paling awal anda simpan. Sebab seiring berjalannya waktu, kualitas ASI bisa menurun. Untung mencegah anda lupa, anda dapat memberikan tanggal pada wadah atau kantong yang anda gunakan untuk menyimpan ASI. Hal ini dapat memudahkan anda untuk menggunakan ASI yang anda simpan paling lama.

Jangan pernah dimasukan dalam microwave

Mungkin beberapa orang tua berpikir bahwa memasukkan ASI ke dalam microwave dapat menjadi cara yang paling mudah dan cepat. Namun ternyata  microwave dapat merusak nutrisi yang terkandung di dalam ASI lho mom’s!. Selain itu gelombang mikro yang dihasilkan oleh microwave antibodi dalam ASI. Microwave juga tidak memanaskan makanan secara merata dan juga dapat membuat susu menjadi terlalu panas.

Gunakan ASI dalam waktu 24 jam setelah dicairkan dari lemari es

Sebelum meenghangatkan ASI, anda disarankan untuk mencarinya dulu. Anda dapat mencairkan susu yang beku dengan memindahkanya ke kulkas bagian bawah atau ke lar ruangan. namun hal yang harus anda perhatikan adalah, anda harus segera menggunakan ASI yang telah dicairkan maksimal dalam waktu 24 jam (yaitu sejak ASI tidak lagi membeku atau dicairkan seluruhnya, bukan sejak Anda mengeluarkannya dari freezer). Dan jangan pernah membekukan kembali ASI yang telah dicairkan.

 Pastikan kualitasnya masih dalam kondisi yang baik

ASI yang anda simpan sangat mungkin untuk mengalami kerusakan atau bahkan basi. Sehingga mengenali ciri-ciri pada ASI yang rusak atau basi adalah hal yang harus moms ketahui. Jangan berikan ASI apabila ASI yang anda simpan mengental, terasa asam dan memiliki bau yang tidak sedap

Baca Juga : Menu Mpasi Yang Ideal Untuk Si Kecil

Nah! itu dia moms langkah –langkah dan tips yang dapat moms lakukan untuk tetap mempertahankan nutrisi yang pada ASI. Pastikan untuk selalu menerapkan langkah yang tepat supaya si kecil tetap bisa mendapatkan berbagai manfaat dari ASI yang moms berikan. (DH)

 

 

Mom Love best. Diakses pada oktober 2020. Reheating Breast Milk. https://momlovesbest.com/reheating-breast-milk
Mama Natural. Diakses pada oktober 2020. How to Warm Breast Milk. https://www.mamanatural.com/how-to-warm-breast-milk/
Healthline. Diakses pada oktober 2020. How to Warm Breast Milk.https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-warm-breast-milk#takeaway
Madela. Diakses pada oktober 2020. Storing and Thawing Breast Milk. https://www.medela.com/breastfeeding/mums-journey/storing-and-thawing-breast-milk
WebMD. Diakses pada oktober 2020.Nursing Basic. https://www.webmd.com/parenting/baby/nursing-basics#1


Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak