Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 24:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Hyperemesis Gravidarum

 06 Sep 2019



sakit kepala saat Hyperemesis Gravidarum



Hyperemesis gravidarum (HG) adalah sebuah kondisi komplikasi kehamilan, dimana Ibu hamil mengalami mual dan muntah yang parah. Hyperemesis gravidarum merupakan bentuk ekstrem dari morning sickness. Kondisi ini dapat berlangsung sepanjang masa kehamilan.

 

Catatan medis pertama mengenai hyperemesis gravidarum ditulis oleh Antoine Dubois  seorang ahli bedah asal Prancis, pada tahun 1852. Diperkirakan sekitar 0.3%-2% ibu hamil mengalami HG.

 

 

Gejala Hyperemesis Gravidarum

Beberapa gejala hyperemesis gravidarum pada ibu hamil berupa:

 

  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Mual dan muntah berkali-kali dalam sehari
  • Dehidrasi
  • Mengalami ketidakseimbangan secara metabolik
  • Konstipasi
  • Kekurangan nutrisi
  • Sialorrhea gravidarum atau mengeluarkan air liur (saliva) berlebihan
  • Kelelahan
  • Terlalu sensitif terhadap bau, khususnya yang menyengat
  • Stress dan masalah emosional lainnya
  • Sering pusing dan sakit kepala

 

 

Ibu hamil yang mengalami HG memiliki risiko kecil mengalami keguguran, namun risiko lebih besar untuk lahir prematur.

 

Hyperemesis gravidarum biasanya terjadi pada trimester awal masa kehamilan dan berlangsung lebih lama daripada morning sickness. Gejala dapat membaik sekitar bulan ke-5 atau 6, namun gejala dapat terus dialami hingga saat dan pasca melahirkan.

 


Penanganan Hyperemesis Gravidarum

Apabila tidak berhasil ditangani, hyperemesis gravidarum dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan drastis, kehilangan nutrisi, dan ketidakseimbangan elektrolit. Keadaan ini berbahaya untuk ibu hamil dan janin.

 

Ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum mungkin memerlukan perawatan inap di rumah sakit.

 

Metode penanganan pertama untuk ibu hamil yang mengalami HG adalah dengan pemberian makanan dan minuman secara oral. Apabila pemberian nutrisi secara oral belum cukup, beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain:

 

  1. Rehidrasi dan pemberian nutrisi melalui cairan infus.
    Nutrisi yang dapat diberikan melalui metode ini adalah seperti vitamin B1, B6, dan elektrolit, terutama potassium dan sodium, yang hilang akibat muntah terus menerus.

  2. Pemberian obat antimuntah atau antiemetik
    Obat golongan ini mungkin dapat membantu dan efek sampingnya harus diperhatikan. Penggunaan obat antiemetik untuk menangani gejala HG harus melalui persetujuan dan rekomendasi dokter.

Keadaan dan kondisi lingkungan sekitar Ibu hamil yang mengalami HG juga perlu diperhatikan. Jauhi benda atau buah-buahan yang berbau menyengat, karena dapat merangsang perasaan mual dan muntah. Hindari juga penerangan dan suara bising yang dapat menimbulkan mual serta sakit kepala.

 


Penyebab Hyperemesis Gravidarum


Penyebab HG belum dapat dipastikan secara pasti. Ada teori yang mengatakan, hyperemesis gravidarum disebabkan oleh beragam faktor, salah satunya adalah genetik dan perubahan hormonal saat kehamilan, khususnya hormon hCG (gonadotropin korionik manusia).

 

Ibu hamil dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami hyperemesis gravidarum juga lebih rentan terhadap kondisi ini saat mengandung.

 

Komplikasi Hyperemesis Gravidarum

Ibu hamil dengan hypermesis gravidarum yang tidak ditangani, berpotensi mengalami komplikasi berupa:

 

  • Dehidrasi
  • Anemia
  • Malnutrisi
  • Penyakit Sindrom Wernicke-Korsakoff. Kelainan saraf akibat kekurangan vitamin B1.
  • Hiponatremia. Kekurangan natrium dalam darah
  • Gagal ginjal
  • Koagulopati (pembekuan darah)
  • Trombosis vena dalam (DVT)
  • Emboli paru
  • Depresi

 

Pada janin, hyperemesis gravidarum dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

 

Kesimpulan

Hyperemesis Gravidarum adalah kondisi mual dan muntah parah yang sering dialami oleh wanita hamil atau dikenal juga dengan morning sickness parah. Ibu hamil yang mengalami HG memiliki risiko lahir prematur lebih besar.

 

Penyebab hyperemesis gravidarum beragam faktor, salah satunya adalah genetik dan perubahan hormonal saat kehamilan, khususnya hormon hCG (gonadotropin korionik manusia).

 

Ibu yang mengalami HG, mungkin memerlukan rawat inap untuk mendapatkan beberapa penanganan seperti pemberian cairan infus atau obat antimuntah dan antirematik.

 

Sumber

en.wikipedia.org.Antoine_Dubois

journals.rcni.com. Emergency management of hyperemesis gravidarum. Juli 2012

 






Bagikan artikel ini :