Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Tips Jitu Atasi Kram Perut Saat Menstruasi

Banyak wanita mengalami kram menstruasi sebelum dan selama periode menstruasi mereka. Kram menstruasi (dismenore) adalah rasa sakit yang berdenyut atau kram di perut bagian bawah.

Bagi sebagian wanita, rasa nyeri tersebut hanya sebatas mengganggu. Sementara bagi yang lain, kram menstruasi yang parah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari selama beberapa hari di setiap bulannya.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Nyeri Haid, Ladies Wajib Tahu!

Selain menstruasi, kondisi seperti endometriosis atau fibroid rahim dapat menyebabkan kram menstruasi juga. Untuk itu, mengobati penyebab kram adalah kunci untuk mengurangi rasa sakitnya.

Sementara kram menstruasi yang tidak disebabkan oleh kondisi lain cenderung berkurang seiring bertambahnya usia dan setelah melahirkan. Untuk mengatasi sakit kram saat nyeri haid, simak penjelasan mengenai kram perut dan cara mengatasi kram perut saat menstruasi di bawah ini.

Apa itu kram perut?

kram perut

Kram perut adalah sensasi menyakitkan yang memengaruhi banyak wanita sebelum dan selama periode menstruasi. Rasa sakit ini juga dikenal sebagai dismenore atau nyeri haid. Dismenore memiliki dua jenis, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer terjadi pada orang yang mengalami nyeri sebelum dan selama menstruasi. Sementara rasa nyeri atau kram perut disebabkan oleh masalah medis yang dapat diidentifikasi seperti endometriosis, fibroid rahim, atau penyakit radang panggul, maka disebut dismenore sekunder.

Ciri- ciri keram perut

gejala kram perut

Ciri-ciri kram perut bawah dapat dikenali dari gejala kram menstruasi yang terjadi sebagai berikut:

  • Nyeri berdenyut atau kram di perut bagian bawah yang terjadi sangat intens
  • Nyeri yang dimulai 1 hingga 3 hari sebelum haid, memuncak 24 jam setelah haid dan mereda dalam 2 hingga 3 hari
  • Nyeri yang menjalar ke punggung dan paha bagian bawah
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat
  • Pingsan dan pusing
  • Diare atau buang air besar
  • Sembelit
  • Kembung
  • Sakit kepala


Apa penyebab perut kram?

penyebab kram perut saat menstruasi

Penyebab kram perut saat menstruasi terjadi setelah ovulasi (sel telur) dilepaskan dari ovarium dan bergerak ke tuba falopi, sehingga menyebabkan rasa nyeri di perut bawah dan punggung bawah. Biasanya hal ini terjadi satu hingga dua hari sebelum menstruasi dan berlangsung dua hingga empat hari.

Selain kram perut, periode menstruasi yang menyakitkan juga dapat menjadi hasil dari kondisi medis yang mendasarinya, seperti:

  • Premenstrual syndrome (PMS) adalah kondisi umum yang disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh yang terjadi 1 hingga 2 minggu sebelum menstruasi dimulai. Gejala biasanya hilang setelah pendarahan dimulai.
  • Endometriosis adalah kondisi medis yang menyakitkan di mana sel-sel dari lapisan rahim tumbuh di bagian lain dari tubuh, biasanya di tuba falopi, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul.
    Fibroid di dalam rahim. Fibroid adalah tumor non-kanker yang dapat menekan rahim atau menyebabkan menstruasi dan rasa sakit yang abnormal, meskipun mereka sering tidak menimbulkan gejala.
  • Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi rahim, saluran tuba, atau indung telur yang sering disebabkan oleh bakteri menular seksual yang menyebabkan peradangan pada organ reproduksi dan rasa sakit.
  • Adenomiosis adalah kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dinding otot rahim, menyebabkan peradangan, tekanan, dan rasa sakit. Penyakit ini juga dapat menyebabkan periode yang lebih lama atau lebih berat.
  • Stenosis serviks adalah kondisi langka di mana serviks sangat kecil atau sempit sehingga memperlambat aliran menstruasi, menyebabkan peningkatan tekanan di dalam rahim yang menyebabkan rasa sakit.

Bagaimana mengobati kram perut?

obat kram perut

Mengatasi kram perut saat menstruasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Makan buah-buahan dan sayuran
  • Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah kembung
  • Berolahraga atau melakukan latihan fisik secara teratur
  • Mengurangi stres
  • Berhenti merokok
  • Melakukan yoga atau teknik relaksasi
  • Menggunakan bantal pemanas di daerah panggul atau punggung
  • Memijat perut
  • Mandi air hangat
  • Minum obat anti-inflamasi seperti ibuprofen beberapa hari sebelum Anda menstruasi
  • Minum vitamin dan suplemen seperti: vitamin B-6, vitamin B-1, dan vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, magnesium
  • Angkat kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk

Jika cara-cara tersebut tidak bekerja dalam 2 hingga 3 bulan dan nyeri haid mengganggu kegiatan harian Anda di setiap bulan, mungkin saatnya yang tepat untuk periksakan diri ke dokter kandungan. Bicaralah dengan dokter tentang gejala yang Anda alami dari salah satu gejala berikut:

  • Rasa sakit yang berlanjut setelah pemasangan IUD
  • Setelah tiga periode menstruasi yang menyakitkan
  • Timbul gumpalan darah
  • Kram disertai diare dan mual
  • Nyeri panggul saat tidak sedang menstruasi
  • Kram tiba-tiba atau nyeri panggul bisa menjadi tanda-tanda infeksi. Infeksi yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut yang merusak organ panggul dan dapat menyebabkan infertilitas

Sementara, jika Anda memiliki gejala infeksi berikut, segera dapatkan bantuan medis segera:

  • Demam
  • Nyeri panggul yang parah
  • Rasa sakit mendadak, terutama jika Anda mungkin sedang hamil
  • Keputihan berbau busuk

Obat kram perut saat menstruasi

obat nyeri haid di apotik

Untuk mengobati kram perut saat nyeri haid, Anda bisa mengonsumsi obat penahan atau pengurang nyeri haid. Berikut obat untuk atasi nyeri saat haid atau datang bulan.

Acetaminophen

Acetaminophen atau paracetamol adalah obat untuk meredakan nyeri seperti nyeri haid, sakit gigi, sakit kepala, sakit punggung, sampai terkilir. Selain meredakan nyeri, acetaminophen juga berguna untuk menurunkan demam.


Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri ringan, pembengkakan, dan menurunkan demam. ibuprofen tergolong ke dalam obat antiinflamasi non-steroid (oains) yang dapat bekerja dengan cara menekan pembentukan enzim siklooksigenase yang menjadi pemicu peradangan (inflamasi), rasa nyeri, atau demam.

Naproxen

Naproxen adalah obat yang dapat membantu mengurangi gejala nyeri, bengkak, dan kemerahan akibat peradangan.

Aspirin

Aspirin atau acetosal adalah obat pengencer darah atau obat yang dapat digunakan untuk mencegah penggumpalan darah. Sebagai obat pengencer darah, aspirin juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam. Obat ini tergolong obat keras dan tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang berusia di bawah 20 tahun, kecuali berdasarkan anjuran dokter.


Saat mengonsumsi obat-obatan tersebut, perhatikan aturan pakai dan dosisnya. Jangan gunakan obat tersebut melebihi dosis, meski masih merasa sakit. Selain itu, hindari penggunaan obat-obat tersebut, jika memiliki alergi obat sebelumnya. (SR)

Mayoclinic. Diakses pada Juli 2020. Menstrual cramps. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938
Healthline. Diakses pada Juli 2020. What Causes Painful Menstrual Periods and How Do I Treat Them? https://www.healthline.com/health/painful-menstrual-periods#treatment
Medical News Today. Diakses pada Juli 2020. What to know about menstrual cramps https://www.medicalnewstoday.com/articles/157333#risk-factors

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan