Penyebab, Gejala, dan 8 Cara Mengobati Kulit Kering

kulit kering

Kulit kering adalah masalah yang terjadi ketika lapisan kulit paling atas (epidermis) kehilangan cairan terlalu cepat sehingga kulit tampak seperti bersisik, mengelupas, atau pecah-pecah. 

Dalam istilah medis, kulit kering disebut dengan xerosis atau xeroderma. Masalah kulit ini dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun, namun paling sering terjadi pada bagian kaki dan tangan. 

Kulit kering biasanya lebih sensitif dan rentan mengalami kerusakan. Terlebih jika kondisi kulit sudah sangat kering dan tidak dirawat dengan baik. Kondisi ini tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi penyakit kulit lainnya. Lebih lanjut ketahui penyebab hingga pengobatannya dalam ulasan di bawah ini!

Penyebab Kulit Kering

Kulit yang sehat secara alami dilindungi oleh lapisan hidrolipid yang sebagian besar terdiri dari air dan lipid. Lapisan hidrolipid bersifat kedap air yang berfungsi melindungi kulit dari faktor stres eksternal dan kekurangan cairan. Ketika lapisan hidrolipid tidak memiliki keseimbangan air dan lipid yang baik, kondisi kulit menjadi tidak lembap alias kering.

Berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab kulit kering, antara lain:

1. Paparan Sinar Matahari

Matahari adalah sumber vitamin D alami yang paling baik. Akan tetapi terlalu lama terpapar sinar matahari dapat membuat kulit mengalami dehidrasi. Kondisi ini terjadi karena sinar ultraviolet mampu menembus jauh ke bawah permukaan kulit yang mengakibatkannya kehilangan kelembapan alaminya. 

2. Cuaca Dingin

Selain suhu panas dari matahari, kulit kering juga sering terjadi pada saat suhu dingin yang disertai angin kencang. Kulit kering sering kali memburuk saat musim dingin. Saat suhu dingin terjadi, kulit secara alami akan mengurangi kelembapannya. Kelembapan yang berkurang pada lapisan kulit dapat menyebabkan kulit kering. 

3. Kurang Minum Air

Kurang minum air dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan atau biasa disebut dehidrasi. Setiap orang disarankan minum air sebanyak 8 gelas dalam sehari. 

Tubuh pada dasarnya membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk berfungsi dengan baik. Inilah yang sering diabaikan banyak orang. Padahal minum yang cukup merupakan faktor penting dalam kesehatan kulit.

4. Sabun dan Deterjen Berbahan Keras

Sabun, deterjen atau bahkan sampo memiliki kandungan zat kimia keras seperti surfaktan, dapat menyebabkan hilangnya kelembapan alami kulit. Biasanya pH basa pada zat kimia tersebut dapat membuat kulit kering hingga iritasi. 

Sabun ini biasanya diformulasikan untuk menghilangkan minyak di tubuh. Tentu hal ini membuat natural barrier (atau sifat melembapkan secara alami) kulit akan rusak.

5. Masalah Kesehatan dan Genetik

Seseorang mungkin lebih berisiko mengalami kulit kering jika dilahirkan dengan gen yang membuatnya lebih rentan mengalaminya atau memiliki masalah kesehatan yang menyebabkan gejala kulit kering. 

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan kulit kering, antara lain alergi, eksim, psoriasis, diabetes, dan penyakit ginjal.

6. Usia

Seiring bertambahnya usia, kelenjar minyak penghasil kelembapan kulit dapat mengering. Kondisi ini dapat menyebabkan lemak dan kolagen (elastisitas) pada kulit juga mengering, sehingga menyebabkan kulit menipis. Ini adalah bagian alami dari proses penuaan tubuh.

Baca juga: Tips Merawat dan Mengatasi Kulit Sensitif Berjerawat

Faktor Risiko Kulit Kering

Semua usia dapat mengalami kulit kering, namun orang tertentu lebih berisiko mengalami kondisi ini jika memiliki faktor berikut ini:

Gejala Kulit Kering

Tanda dan gejala kulit kering mungkin berbeda-beda berdasarkan usia, kondisi kesehatan, warna kulit, lingkungan tempat tinggal, dan paparan sinar matahari. 

Kulit kering umumnya menunjukan gejala berikut ini:

Baca Juga: Rekomendasi Produk Bioderma untuk Kulit Kering

Diagnosis Kulit Kering

Dokter spesialis kulit akan mendiagnosis kulit kering setelah menanyakan riwayat kesehatan lengkap, pemeriksaan fisik, dan mempelajari lebih lanjut tentang gejala yang pasien rasakan.

Berdasarkan pada tingkat keparahan gejalanya, dokter mungkin akan melakukan tes untuk memeriksa kondisi kesehatan yang menyebabkan kulit kering, termasuk berikut ini:

Pengobatan Kulit Kering

Kondisi kulit setiap orang dapat berubah seiring dengan bertambahnya usia. Oleh sebab itu, sebelum menjalani pengobatan masalah kulit, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu penyebab yang mendasarinya. 

Berikut ini adalah berbagai cara untuk mengatasi kulit kering, di antaranya:

1. Menggunakan Pelembap secara Rutin

Mengoleskan pelembap secara rutin dan teratur setiap hari dalam kondisi apa pun bisa membantu membuat kulit menjadi lembap dan lebih halus. Sebaiknya gunakan pelembap yang tepat dan aman sesuai kondisi kulit Anda.

Baca Juga: Body Lotion untuk Kulit Kering yang Ampuh Berikan Kelembapan

2. Menggunakan Humidifier 

Pendingin udara (AC) dan alat pemanas sentral yang terus menyala di dalam ruangan dapat menghilangkan kelembapan dari udara dan kulit. 

Jika kulit Anda kering karena alat tersebut, mungkin Anda ingin mencoba membatasi penggunaannya dan mulai menggunakan pelembab udara atau humidifier untuk menambah kelembapan udara di dalam ruangan. Dengan begitu cuaca di luar ruangan tidak akan memengaruhi suhu udara di dalam rumah, sehingga kelembapan kulit pun ikut terjaga.

3. Tidak Menggosok Kulit Terlalu Keras

Kulit yang sangat kering dan bersisik mudah sekali mengalami luka. Oleh sebab itu, Jangan menggosok daerah kulit kering terlalu keras saat mandi maupun setelah mandi. Handuk kering yang kasar dapat mengeksfoliasi kulit dan merusak lapisan terluar kulit.

Selain itu, hindari menggaruk kulit kering ketika terasa gatal. Menggaruknya hanya akan membuat kulit kering terkelupas dan terasa perih. 

4. Hindari Produk Sabun Berbahan Beras

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sabun yang mengandung zat kimia tertentu bisa menghilangkan kelembapan kulit. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan sabun khusus untuk kulit kering yang berbahan ringan. Sabun ini biasanya dilengkapi dengan formula khusus yang lembut dan efektif untuk membersihkan kulit. 

5. Minum Air yang Cukup

Jika kulit kering karena Anda kurang minum air, sebaiknya hidrasi tubuh dengan perbanyak minum air sepanjang hari.  

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Namun umumnya orang dewasa disarankan minum 8 gelas air atau setara 2 liter air dalam sehari. Air juga bisa diperoleh dari makanan tertentu, misalnya sup dan buah yang mengandung banyak air.

6. Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan

Makanan yang banyak mengandung antioksidan bisa menjadi salah satu cara mengobati kulit ketina. Antioksidan dapat membantu meminimalkan kerusakan yang terjadi pada kulit, termasuk kulit kering. 

Makanan yang mengandung antioksidan antara lain buah-buahan (blueberry, strawberry, blackberry, dan raspberry), sayuran berwarna hijau gelap, tomat, Teh hijau, dan cokelat hitam.

Baca Juga: Rekomendasi Vitamin untuk Kulit Kering yang Patut Dicoba!

7. Bersihkan Wajah secara Tepat 

Bersihkan wajah menggunakan pembersih ringan sebanyak sekali atau dua kali sehari. Beberapa produk pembersih wajah telah diformulasikan menggunakan bahan yang lembut dan aman untuk semua jenis kulit. 

8. Minum Obat

Jika kulit sangat kering yang terasa gatal atau mudah pecah-pecah, dokter kulit mungkin akan meresepkan obat steroid topikal, yang berfungsi untuk mengurangi pembengkakan (peradangan) pada kulit yang menyebabkan ruam dan gatal. Dalam kasus yang parah, pengobatan oral atau suntik mungkin tepat untuk diberikan.

Nah, itulah ulasan mengenai berbagai penyebab kulit kering hingga cara mengobatinya. Jika kulit Anda terlalu kering atau terus-menerus, sebaiknya segera kunjungi dokter atau dokter kulit. Kulit kering yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena infeksi kulit dan komplikasi lainnya. Dokter kulit dapat membantu merencanakan perawatan khusus untuk mengobati kulit kering.

Chat dengan dokter rekanan Farmaku di sini untuk konsultasi seputar kesehatan secara umum, termasuk pengobatan masalah kulit.