Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

5 Jenis Obat Antidepresan dan Hal yang Harus Diperhatikan

jenis obat antidepresan farmaku

Obat antidepresan adalah obat yang umum digunakan untuk  membantu meredakan gejala depresi dan kondisi kesehatan lainnya.  Selain depresi, obat ini juga digunakan untuk mengobati beberapa kondisi lain seperti gangguan kecemasan umum, agitasi, gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan manik-depresif, gangguan depresi mayor, nyeri neuropatik perifer diabetik, nyeri neuropatik, gangguan kecemasan sosial , gangguan stres pasca trauma (PTSD) hingga enuresis masa kanak-kanak (mengompol).

Obat ini diperkirakan bekerja dengan meningkatkan kadar bahan kimia di otak yang disebut neurotransmitter. Sebab neurotransmiter tertentu, seperti serotonin dan noradrenalin, terkait dengan suasana hati dan emosi. Neurotransmitter juga dapat mempengaruhi sinyal nyeri yang dikirim oleh saraf, yang mungkin menjelaskan mengapa beberapa antidepresan dapat membantu meredakan nyeri jangka panjang.

Walaupun antidepresan dapat mengobati gejala depresi, obat ini tidak selalu bisa mengatasi penyebabnya. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan obat ini umumnya dikombinasikan dengan terapi untuk mengobati depresi yang lebih parah atau kondisi kesehatan mental lainnya.

Jenis Obat Antidepresan 

Umumnya terdapat lima jenis obat antidepresan yang digunakan untuk mengatasi gejala depresi dan juga kondisi kesehatan mental lainnya. Berikut adalah macam-macam obat penenang yang perlu diketahui.

1. Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI)

SSRI adalah jenis obat depresi yang paling banyak diresepkan. Obat ini biasanya lebih disukai daripada obat jenis lain, karena menyebabkan lebih sedikit efek samping. Efek samping yang umum dari SSRI meliputi, mual, kesulitan tidur,tremor dan masalah seksual.

SSRI bekerja dengan memblokir pengambilan kembali, atau penyerapan serotonin di otak. Hal ini memudahkan sel-sel otak untuk menerima dan mengirim pesan, sehingga menghasilkan suasana hati yang lebih baik dan lebih stabil. Fluoxetine, mungkin merupakan jenis SSRI yang paling terkenal.  Contoh obat antidepresan jenis ini juga termasuk sertraline, paroksetin, citalopram dan juga escitalopram.

Baca Juga: Depresi pada Anak, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

2. Serotonin-Noreoprineprin Reuptake Inhibitor (SNRI)

SNRI atau penghambat reuptake serotonin-noradrenalin mirip dengan SSRI. Mereka dirancang untuk menjadi obat yang lebih efektif daripada SSRI. Namun, bukti bahwa SNRI lebih efektif dalam mengobati depresi masih belum pasti.

SNRI digunakan untuk mengobati depresi berat, gangguan mood, dan gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD), gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, gejala menopause, fibromyalgia, dan neuropatik kronis.

SNRI bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin, dua neurotransmiter di otak yang memainkan peran kunci dalam menstabilkan suasana hati. Contoh obat jenis SNRI termasuk fluoxetine dan venlafaxine.

3. Antidepresan trisiklik (TCA)

TCA adalah obat depresi jenis lama. Obat ini biasanya tidak lagi direkomendasikan sebagai pengobatan pertama untuk depresi karena bisa lebih berbahaya jika terjadi overdosis. Mereka juga menyebabkan efek samping yang lebih tidak menyenangkan daripada SSRI dan SNRI. Efek samping yang mungkin muncul dari obat jenis trisiklik diantaranya seperti perubahan tekanan darah, ketidakteraturan tekanan jantung, mulut kering, kebingungan hingga ruam kulit.

TCA juga dapat direkomendasikan untuk kondisi kesehatan mental lainnya, seperti OCD dan gangguan bipolar. Contoh TCA termasuk amitriptyline, clomipramine, imipramine, lofepramine dan nortriptyline. Beberapa jenis TCA, seperti amitriptyline, juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri saraf kronis.

4. Moamin Oxidase Inhibitors (MAOIs)

Penghambat oksidase monoamine adalah antidepresan jenis lama yang saat ini jarang digunakan. Obat jenis ini dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi serius sehingga sebaiknya hanya diresepkan oleh dokter spesialis. Karena efek sampingnya yang parah, obat ini hanya diresepkan sebagai pilihan terakhir setelah pengobatan dan pengobatan lain gagal.

Gejala seperti pusing, sakit kepala, gangguan tidur, agitasi, cemas dan rasa lelah juga mungkin timbul sebagai efek samping dari obat jenis ini. Contoh obat-obatan jenis MAOI termasuk tranylcypromine, phenelzine dan isocarboxazid.

5. Noradrenalin dan Antidepresan Serotonergic Spesifik (NASSA)

Sering digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, beberapa gangguan kepribadian, dan depresi. Jenis obat ini mungkin akan lebih efektif untuk beberapa orang yang tidak dapat menggunakan SSRI. Efek samping NASSA serupa dengan SSRI, tetapi mereka dianggap menyebabkan lebih sedikit masalah seksual. Namun, obat ini juga dapat menyebabkan kantuk lebih banyak pada awalnya. Contohnya obat jenis ini termasuk Mianserin dan Mirtazapine.

Baca Juga: Stres dan Depresi, Apakah Sama? Yuk, Kenali Perbedaan Keduanya!

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengkonsumsi Antidepresan

Semakin banyak hal yang diketahui tentang antidepresan, Anda akan semakin siap untuk menghadapi efek samping, menghindari interaksi obat yang berbahaya, dan meminimalkan masalah keamanan lainnya. Beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi obat anti depresi.

1. Ikuti Instruksi Penggunaan Obat

Pastikan untuk mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter dan petunjuk pada kemasan. Usahakan untuk tidak melewatkan atau mengubah dosis yang diberikan, dan jangan berhenti minum obat segera setelah Anda mulai merasa lebih baik. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya dikaitkan dengan tingkat kekambuhan yang tinggi dan dapat menyebabkan gejala putus obat yang serius. Anda juga harus mewaspadai penggunaan obat antidepresan yang dijual bebas

2. Waspadai Interaksi Obat

Beberapa antidepresan mungkin memiliki interaksi terhadap kandungan dari obat atau zat lain. Misalnya mengkonsumsi alkohol dapat mengurangi efek beberapa obat jenis ini. Interaksi obat yang berbahaya juga dapat terjadi ketika SSRI atau SNRI digunakan dengan pengencer darah, obat penghilang rasa sakit yang diresepkan, atau antihistamin yang ditemukan di banyak obat flu dan alergi yang dijual bebas serta alat bantu tidur. Selalu bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda sebelum menggabungkan obat.

3. Pantau Efek Samping

Memantau setiap perubahan fisik dan emosional yang mungkin Anda alami dan bicarakan dengan dokter Anda. Hubungi dokter atau terapis sesegera mungkin jika depresi memburuk atau Anda mengalami peningkatan pikiran untuk bunuh diri.

4. Coba Terapi dan Bantuan Diri Sendiri

Menggabungkan obat-obatan untuk depresi dengan terapi sering kali bisa lebih efektif daripada hanya minum obat Terapi dan perubahan gaya hidup juga dapat mengatasi penyebab yang mendasari depresi Anda untuk mencegahnya kembali saat Anda bisa menghentikan antidepresan.

5. Sabar

Menemukan obat dan dosis yang tepat mungkin bukanlah hal yang mudah. Ini mungkin melibatkan proses trial and error. Sehingga dalam hal ini kesabaran merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Diperlukan waktu sekitar empat hingga enam minggu agar obat yang digunakan mencapai efek terapeutik penuhnya. Banyak orang mencoba beberapa obat sebelum menemukan obat yang membantu.

Obat bukan satu-satunya pilihan untuk menghilangkan depresi. Hal yang juga harus diingat adalah bahwa antidepresan bukanlah obatnya. Obat antidepresan di apotik mungkin dapat mengobati beberapa gejala depresi, tetapi tidak dapat mengubah masalah dan situasi mendasar dalam hidup yang menyebabkan depresi.

Perawatan lain untuk depresi termasuk terapi bicara seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan kombinasi dengan obat-obatan. Obat antidepresan bekerja cepat dalam mengurangi gejala, sedangkan CBT membutuhkan waktu untuk mengatasi penyebab depresi dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Manfaat Yoga untuk Menjaga Kesehatan Mental

Anda juga bisa mengkombinasikan pengobatan dengan cara lain untuk membantu mengatasi kondisi depresi dan kondisi kesehatan mental lainnya. misalnya seperti olahraga, terapi, meditasi kesadaran, dukungan sosial, dan perubahan gaya hidup. Perawatan non-obat ini dapat menghasilkan perubahan yang bertahan lama dan mampu memberikan bantuan jangka panjang.

Antidepressants. Diakses pada November 2020. https://www.nhs.uk/conditions/antidepressants/

Antidepressants: Selecting one that's right for you. Diakses pada November 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/in-depth/antidepressants/art-20046273

All about antidepressants. Diakses pada November 2020.https://www.medicalnewstoday.com/articles/248320#types 

Antidepressant Medication. Diakses pada November 2020. https://www.helpguide.org/articles/depression/antidepressant-medication.htm

How Different Antidepressants Work. Diakses pada November 2020. https://www.webmd.com/depression/how-different-antidepressants-work#1

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya