Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Mengenal Keratitis: Radang Kornea Mata

Mata merah, sakit, atau merasa ada sesuatu yang mengganjal dapat menjadi pertanda mata Anda mengalami infeksi atau peradangan. Salah satu jenis infeksi mata yang serius adalah Keratitis. 

Apa itu Keratitis ?

Keratitis atau yang juga dikenal dengan tukak mata adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada kornea mata. Pada saat seseorang mengalami keratitis, kornea sebagai membran transparan yang menyelimuti bagian iris dan pupil mata, menjadi membengkak. Akibatnya mata menjadi merah, sakit, hingga mengganggu penglihatan. Keratitis merupakan kondisi yang paling sering dialami oleh orang yang menggunakan lensa kontak.

Penyakit keratitis mata dibedakan menjadi 2 jenis:

  1. Keratitis menular
    Peradangan mata ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, mikroorganisme parasit (patogen), atau virus. Virus herpes adalah salah satu virus penyebab keratitis menular.
  2. Keratitis tidak menular
    Bentuk keratitis yang tidak menular, dapat disebabkan oleh goresan kuku ringan atau pemakaian lensa kontak yang terlalu lama. Biarpun tidak menular, namun jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, luka tersebut dapat terkontaminasi bakteri, jamur, atau virus lainnya, yang dapat membuat keratitis menjadi menular.

Gejala Keratitis

Pada awalnya keratitis ditandai dengan mata merah. Namun, kemudian dapat disertai dengan kemunculan gejala lainnya seperti:

  • Mata merah
  • Rasa sakit atau iritasi yang membuat kelopak mata sulit dibuka
  • Rasa terbakar, gatal atau berpasir di mata Anda
  • Bengkak di sekitar mata
  • Penglihatan kabur
  • Perasaan mengganjal pada mata
  • Sensitivitas terhadap cahaya.

Penyebab Keratitis

Keratitis mata disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan patogen. Namun, penyakit ini paling sering disebabkan oleh cedera kornea mata. Cedera kornea itu sendiri, dapat terjadi akibat pemakaian lensa kontak yang tidak tepat seperti menggunakan lensa kontak yang sudah kadaluarsa atau saat berenang, perawatan lensa yang tidak bersih, kekurangan vitamin A (jarang terjadi), mata kering yang dibiarkan terlalu lama, dan paparan sinar matahari yang berlebihan.

Selain itu, adapun beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit keratitis antara lain:

  • Penyakit autoimun
  • Diabetes
  • Kanker
  • HIV/AIDS

Komplikasi Keratitis

Jika keratitis dibiarkan berkembang semakin parah dapat memicu komplikasi penyakit lainnya hingga kebutaan. Komplikasi keratitis dapat berupa:

  • Pembengkakan jaringan parut pada kornea mata
  • Infeksi kornea kronis
  • Terdapat luka bernanah pada kornea
  • Penurunan kemampuan melihat baik sementara atau permanen
  • Kebutaan


Pengobatan Keratitis

Pengobatan yang diberikan pada pasien keratitis berbeda- beda sangat tergantung pada penyebab, tingkat keparahan dan kondisi pasien. Jika yang dialami adalah keratitis non-infeksi seperti cedera mata yang mana sering diakibatkan oleh kebiasaan mengucek mata secara berlebihan, maka Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan secara medis.

Baca juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Mata Sejak Usia Muda

Alasannya karena kondisi seperti ini hanya menimbulkan kemerahan pada mata, dan rasa perih akan hilang dengan sendirinya saat mata Anda mulai membaik. Akan tetapi bila mengganggu, dokter mungkin akan memberikan bantuan obat tetes mata untuk mempercepat penyembuhannya.

Lain halnya dengan keratitis infeksi, kondisi ini dapat meninggalkan bekas sehingga tidak boleh disepelekan dan umumnya memerlukan pemberian obat – obatan seperti:

Obat antivirus

Obat antivirus adalah golongan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi virus seperti yang disebabkan oleh virus herpes zoster atau herpes simplex. Obat ini bekerja dengan menghambat reproduksi virus di dalam tubuh. Di pasaran obat antivirus dapat ditemui dengan kandungan bahan aktif seperti: acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir.

Obat antijamur

Obat antijamur adalah golongan obat yang bersifat fungisida atau fungistatik digunakan untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan jamur pada tubuh. Umumnya obat antijamur digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, rambut, dan kuku. Namun dalam beberapa kasus, obat ini juga sering digunakan pada pengobatan infeksi organ lainnya yang memerlukan perawatan intensif, contohnya bagian mata. Untuk pengobatan keratitis yang disebabkan oleh jamur, yang dibutuhkan adalah obat tetes mata yang bersifat antijamur, seperti natamycin.


Obat antibiotik

Obat antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati keratitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri sehingga bakteri sulit untuk berkembang biak. Obat antibiotik untuk mengobati infeksi mata dapat ditemukan dalam merek dagang chloramphenicol 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya