Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Panu (Tinea Versicolor)

Salah satu penyakit kulit yang sering dialami oleh banyak orang adalah panu. Penyakit panu dalam istilah medis dikenal dengan tinea versicolor atau pityriasis versicolor. Panu adalah infeksi jamur yang ditemukan pada permukaan kulit. Umumnya, jamur hidup pada kulit manusia dan tidak akan mengganggu selama masih dalam jumlah yang normal. Namun apabila berkembangbiak secara berlebihan, jamur dapat mempengaruhi pigmentasi dari kulit hingga menginfeksi kulit kita.

Baca juga:Ini Alasan Menjaga Kulit Agar Tetap Lembab 

Penyakit kulit ini paling sering dialami oleh orang yang tinggal di daerah tropis dan sub tropis. Bahkan, orang yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia dapat menderita panu sepanjang tahun. Seperti yang dijelaskan dr Niken Wulandari, SpKK dari RSUD Tangerang bahwa diperkirakan sekitar 40 – 50 persen populasi negara tropis mengalami penyakit kulit ini. Kemunculan hal ini dipicu oleh suhu dan kelembaban.

Penyebab Panu

Setiap orang berpotensi mengalami penyakit panu, baik perempuan maupun laki-laki dari segala usia. Namun, penyakit ini paling sering dialami pada saat remaja atau dewasa muda.

Panu disebabkan oleh jamur malassezia furfur atau pityrosporum ovale. Jamur ini dapat muncul jika kebersihan tubuh kurang terjaga atau tertular dari orang lain yang memiliki panu.

Adapun beberapa faktor lain yang mendorong kemunculan panu pada kulit antara lain:

  • Cuaca panas dan suhu lembab
  • Keringat berlebih
  • Kulit berminyak
  • Terjadi perubahan hormon
  • Kekebalan tubuh melemah

Gejala Panu

Penyakit kulit ini dapat muncul pada area tubuh baik yang terlihat maupun tidak terlihat, itulah mengapa panu dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang.

Zat asam dari jamur yang berkembangbiak secara abnormal menyebabkan area kulit yang terinfeksi memiliki warna yang berbeda dari area kulit sekitarnya. Bercak kulit ini dapat terpisah-terpisah atau berkumpul pada satu area. Bercak ini paling sering muncul di daerah leher, lengan, dada, punggung, dan wajah.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD) bercak – bercak ini dapat memiliki karakteristik seperti:

  • Menjadi lebih terang (atau lebih gelap) dari kulit.
  • Warna bintik-bintik bisa putih, merah muda, salmon, merah, atau cokelat
  • Kering dan bersisik.
  • Menyebabkan rasa gatal pada kulit yang terinfeksi.
  • Tumbuh perlahan.
  • Tumbuhkan bersama, membentuk bercak kulit yang lebih terang (atau lebih gelap).
  • Hilang ketika suhu turun dan dapat kembali muncul di musim semi atau musim panas ketika udara berubah menjadi hangat dan lembab.

Cara Mengobati Panu

Panu itu sendiri sebenarnya bukanlah penyakit yang berbahaya dan dapat diatasi melalui pengobatan medis. Pengobatan panu dapat dilakukan dengan pemberian terapi obat antijamur dalam bentuk krim atau tablet.

Berikut beberapa pilihan obat anti jamur yang mungkin dokter Anda berikan antara lain:

  1. Ketoconazole Ketoconazole adalah obat antijamur yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur pada kulit. Obat ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri pada area yang terinfeksi. Umumnya obat ini digunakan untuk mengobati tinea cruris, tinea corporis, kandidiasis kulit, pityriasis versicolor, ketombe, dan dermatitis seboroik. Obat ini biasa ditemui dengan merek formyco, mycoral dan zoralin.  
  2. Miconazole Miconazole obat krim yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit. sejumlah infeksi jamur kulit yang bisa ditangani dengan miconazole seperti dermatofitosis, tinea versikolor, dan candidiasis. Obat ini bekerja dengan menghambat perkembangan jamur sehingga infeksi tidak berlanjut dan hilang. Obat ini bisa ditemui dengan merek seperti kalpanax salep, daktarin, micoskin, atau benoson.

Pencegahan Panu

Jika Anda telah didiagnosis panu oleh dokter, maka pengobatannya membutuhkan waktu yang relatif panjang. Penyakit kulit ini bahkan dapat kembali menyerang ketika cuaca berubah lebih hangat atau lebih lembab.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah panu terjadi kembali di masa yang akan datang antara lain:

  • Hindari paparan langsung sinar matahari
  • Gunakan sunscreen atau tabir surya bila perlu
  • Kenakan kain longgar yang dingin seperti katun untuk mengurangi keringat.
  • Kurangi penggunaan produk untuk kulit berminyak

https://health.detik.com/ulasan-khas/d-2718973/siapa-pernah-panuan-tak-perlu-malu-semua-orang-punya-bibit-kok, Okt 2014
https://en.wikipedia.org/wiki/Malassezia
https://www.healthline.com/health/tinea-versicolor#causes, Okt 2015
https://www.aad.org/public/diseases/color-problems/tinea-versicolor#symptoms
https://doktersehat.com/pengobatan-dan-pencegahan-panu/, Sep 2016

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya