Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Serangan Jantung: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Serangan jantung adalah keadaan darurat medis yang harus mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Jika kondisi ini dibiarkan, kemungkinan dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen atau yang lebih fatal dapat menyebabkan kematian. Lebih jauh kenali serangan jantung, mulai dari penyebab, gejala, hingga pencegahannya dalam ulasan di bawah ini.

Apa itu Serangan Jantung?

Serangan jantung atau infark miokard adalah kondisi di mana ada sesuatu yang menghalangi aliran darah ke jantung sehingga tidak bisa mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Tanpa aliran darah, otot jantung yang terkena akan mulai mati. Jika aliran darah tidak kembali dengan cepat, serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen atau bahkan kematian.

Serangan jantung merupakan keadaan darurat medis yang mengancam jiwa. Apabila Anda atau seseorang yang bersama Anda mengalami serangan jantung, sebaiknya hubungi rumah sakit terdekat. Waktu sangat penting dalam mengobati serangan jantung. Keterlambatan bahkan beberapa menit saja dapat mengakibatkan kerusakan jantung permanen atau kematian.

Baca juga: Penyakit Jantung Koroner: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyebab Serangan Jantung

Sebagian besar serangan jantung terjadi karena adanya penyumbatan pada salah satu pembuluh darah yang mensuplai jantung. Biasanya, hal ini terjadi karena plak, zat lengket yang dapat menumpuk di bagian dalam arteri dan ini kondisi ini disebut aterosklerosis. 

Apabila terjadi penumpukan aterosklerotik dalam jumlah banyak di pembuluh darah jantung, hal ini disebut penyakit arteri koroner.

Terkadang, penumpukan plak di dalam arteri koroner (jantung) dapat pecah, dan bekuan darah dapat tersangkut di tempat pecahnya arteri tersebut. Jika gumpalan menyumbat arteri, kemungkinan besar dapat menghilangkan darah dari otot jantung dan menyebabkan serangan jantung.

Serangan jantung mungkin juga terjadi tanpa pecahnya plak, tetapi hal ini jarang terjadi dan hanya terjadi sekitar 5% dari seluruh kasus serangan jantung. Serangan jantung jenis ini bisa terjadi karena berbagai sebab berikut ini:

  • Kejang arteri koroner.
  • Kondisi medis yang jarang terjadi, seperti penyakit tertentu yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang tidak biasa.
  • Trauma yang memicu robekan atau pecahnya arteri koroner.
  • Obstruksi yang muncul dari bagian tubuh lain, seperti bekuan darah atau gelembung udara (emboli) yang berakhir di arteri koroner.
  • Gangguan Makan yang seiring waktu dapat merusak jantung dan akhirnya mengakibatkan serangan jantung.
  • Arteri koroner yang anomali – masalah jantung sejak lahir ketika arteri koroner berada pada posisi tidak normal. Kompresi pada arteri ini menyebabkan serangan jantung.
  • Kondisi lain yang menyebabkan jantung tidak mendapatkan darah sebanyak yang seharusnya dalam jangka waktu lama, seperti tekanan darah terlalu rendah, oksigen terlalu rendah, atau detak jantung terlalu cepat.

Gejala Serangan Jantung

Kendati serangan jantung dapat berakibat fatal, jadi penting untuk mengenali peringatannya sesegera mungkin dan menghubungi rumah sakit terdekat.

Gejala serangan jantung yang umum terjadi, meliputi:

  • Perasaan tertekan, sesak, nyeri, diremas, atau ngilu di dada.
  • Nyeri yang menyebar ke lengan, leher, rahang, atau punggung.
  • Perasaan remuk atau berat di dada.
  • Sesak napas.
  • Perasaan yang mirip dengan mulas atau gangguan pencernaan.
  • Mual dan kadang muntah.
  • Merasa lembap dan berkeringat.
  • Merasa pusing.
  • Kecemasan yang mirip dengan serangan panik dalam beberapa kasus.
  • Batuk atau mengi, apabila cairan menumpuk di paru-paru.

Gejala serangan jantung bisa bervariasi dalam urutan dan durasinya. Gejala tersebut mungkin dimulai secara perlahan atau hilang timbul selama beberapa jam.

Penderita serangan jantung juga dapat mengalami kondisi yang berkembang berikut ini:

  • Hipoksemia. Rendahnya tingkat oksigen dalam darah.
  • Edema paru. Penumpukan cairan di dalam dan sekitar paru-paru.
  • Syok kardiogenik. Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba karena jantung tidak dapat memasok cukup darah agar seluruh tubuh dapat bekerja dengan baik.

Kapan Harus ke Dokter?

Setelah mengalami serangan jantung, Anda berisiko lebih tinggi mengalami kejadian serupa. Dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemantauan, pengujian, dan perawatan lanjutan untuk menghindari serangan jantung di masa depan. Beberapa di antaranya termasuk berikut ini:

  • Pemindaian jantung. Seperti metode untuk mendiagnosis serangan jantung, pemindaian ini dapat menilai dampak serangan jantung dan menentukan apakah Anda mengalami kerusakan jantung permanen. Dokter juga dapat mencari tanda-tanda masalah jantung dan peredaran darah yang meningkatkan risiko serangan jantung di masa depan.
  • Tes stres. Tes dan pemindaian jantung yang dilakukan saat berolahraga dapat menunjukkan potensi masalah yang hanya terlihat ketika jantung bekerja lebih keras.
  • Rehabilitasi jantung. Program ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan gaya hidup secara keseluruhan, yang dapat mencegah serangan jantung lainnya.

Diagnosis Serangan Jantung

Dokter biasanya mendiagnosis serangan jantung di dalam ruang gawat darurat. Apabila pasien mengalami gejala serangan jantung, sebaiknya menjalani pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa denyut nadi, kadar oksigen darah, dan tekanan darah serta mendengarkan suara jantung dan paru-paru pasien. 

Dokter juga akan menanyakan gejala yang dialami. Dokter mungkin juga akan meminta seseorang seperti keluarga atau kerabat untuk menjelaskan apa yang terjadi pada pasien.

Dokter akan mendiagnosis serangan jantung dengan menggunakan pemeriksaan berikut:

  • Tes darah. Salah satu cara paling efektif untuk mendiagnosis serangan jantung adalah dengan memeriksa troponin jantung dalam darah. Selama serangan jantung, kerusakan sel otot jantung selalu menyebabkan penanda kimia ini muncul di aliran darah.
  • Elektrokardiogram (EKG). Tes pertama yang dilakukan saat pasien datang ke UGD dengan gejala serangan jantung. Sinyal listrik jantung pasien membantu mengetahui apakah cedera sedang terjadi serta apakah ada kelainan ritme.
  • Ekokardiogram. Dengan menggunakan ultrasonografi, ekokardiogram menghasilkan gambaran bagian dalam dan luar jantung. Ini dapat menunjukkan seberapa baik jantung berdetak dan seberapa baik katupnya bekerja.
  • Angiogram koroner atau kateterisasi jantung. Prosedur yang menggunakan sinar-X dan pewarna kontras untuk menunjukkan pembuluh darah ke jantung dan membantu menentukan apakah ada penyumbatan.
  • Pemindaian tomografi komputer (CT) jantung. Tes ini menghasilkan pemindaian jantung dan pembuluh darah yang sangat mendetail untuk menunjukkan apakah ada penyempitan atau pengerasan signifikan pada arteri koroner utama.
  • MRI Jantung. Tes ini menggunakan medan magnet yang kuat dan pemrosesan komputer untuk membuat gambar jantung. Ini dapat menunjukkan masalah pada aliran darah di arteri ke jantung.
  • Tes stres olahraga. Tes ini bisa menggunakan EKG, ekokardiogram, atau pemindaian nuklir saat aktif secara fisik untuk membantu menunjukkan apakah jantung menerima aliran darah yang cukup.
  • Pemindaian jantung nuklir. Pemindaian menggunakan pewarna radioaktif yang disuntikkan ke dalam darah dan metode yang disempurnakan dengan komputer seperti computerized tomography (CT) scan untuk menemukan area jantung yang tidak menerima banyak darah atau terluka.

Pengobatan Serangan Jantung

Mengobati serangan jantung bertujuan untuk memulihkan aliran darah ke otot jantung yang terkena sesegera mungkin. Pengobatan ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pengobatan hingga pembedahan. Perawatan kemungkinan besar akan mencakup beberapa metode berikut, di antaranya:

1. Oksigen Tambahan

Orang yang mengalami kesulitan bernapas atau memiliki kadar oksigen darah rendah bisanya menerima oksigen tambahan bersamaan dengan perawatan serangan jantung lainnya. 

Pasien serangan jantung dapat menghirup oksigen melalui selang yang berada tepat di bawah hidung atau masker yang dipasang di hidung dan mulut. Perawatan ini meningkatkan jumlah oksigen yang bersirkulasi dalam darah dan mengurangi ketegangan pada jantung.

2. Obat-obatan

Ketika sampai di ruang gawat darurat atau rumah sakit, pasien serangan jantung akan segera mendapatkan obat untuk menghindari pembekuan darah lebih lanjut di jantung dan meringankan ketegangan pada jantung. 

Pemberian obat-obatan bertujuan untuk memecah atau menangkal bekuan darah, menghentikan pengumpulan dan penempelan trombosit pada plak, menstabilkan plak, dan menghentikan lebih banyak iskemia.

Pasien serangan jantung harus mendapatkan obat-obatan ini sesegera mungkin untuk membatasi kerusakan jantung. Obat diberikan dalam 1 atau 2 jam sejak awal serangan jantung, jika memungkinkan.

Obat-obatan yang dapat digunakan selama serangan jantung termasuk:

  • Obat anti pembekuan darah
  • Nitrogliserin
  • Obat trombolitik (penghilang bekuan darah)
  • Obat anti-aritmia.
  • Obat pereda nyeri.
  • Beta-blocker.
  • Antihipertensi.
  • Statin.

Baca Juga: Rekomendasi Suplemen yang Bagus untuk Kesehatan Jantung

3. Intervensi Koroner Perkutan

Dokter akan memulihkan sirkulasi ke otot jantung yang terkena dengan prosedur intervensi koroner perkutan (PCI) atau angioplasti.

Dokter akan membuka arteri pasien dengan kateter sangat penting dalam memulihkan aliran darah. Semakin cepat hal ini terjadi, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil yang baik. 

Dokter menggunakan metrik untuk mengukur kemampuannya dalam mengobati serangan jantung. Ini adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan orang untuk menjalani PCI setelah pertama kali masuk ke ruang gawat darurat. 

Jika menerima PCI, dokter mungkin memasang stent di lokasi penyumbatan. Stent dapat membantu menjaga arteri tetap terbuka sehingga penyumbatan lainnya tidak terjadi di tempat yang sama.

4. Cangkok Bypass Arteri Koroner

Orang yang mengalami penyumbatan parah pada arteri koronernya dapat menjalani pencangkokan bypass arteri koroner (CABG).Dokter sering menyebutnya operasi jantung terbuka atau operasi bypass.

CABG menggunakan pembuluh darah dari tempat lain di tubuh pasien (biasanya dada, lengan, atau kaki) untuk membuat jalan memutar bagi darah. Metode ini mengubah rute darah di sekitar satu atau lebih bagian arteri yang tersumbat dan membawa darah ke otot jantung Anda.

Komplikasi Serangan Jantung

Beberapa orang mengalami komplikasi setelah serangan jantung. Tergantung pada seberapa parah kejadian serangan jantung, hal ini mungkin termasuk berikut:

  • Depresi. Beberapa orang mungkin mengalami depresi setelah serangan jantung, namun berinteraksi dengan orang-orang terdekat dan keluarga dapat membantu.
  • Aritmia. Jantung berdetak tidak teratur, terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Edema. Cairan yang menumpuk dan menyebabkan pembengkakan di pergelangan kaki dan tungkai.
  • Aneurisma. Jaringan parut menumpuk di dinding jantung yang rusak, menyebabkan penipisan dan peregangan otot jantung.
  • Angina. Oksigen yang mencapai jantung tidak mencukupi, sehingga menyebabkan nyeri dada.
  • Gagal jantung. Jantung tidak dapat lagi memompa secara efektif, menyebabkan kelelahan, kesulitan bernapas, dan edema.
  • Ruptur miokard. Ini merupakan robekan pada sebagian jantung akibat kerusakan akibat serangan jantung.

Pencegahan Serangan Jantung

Apabila ingin mencegah serangan jantung, ambil langkah-langkah untuk mencegah serangan jantung atau bahkan jika sudah pernah mengalaminya. Berikut ini cara mencegah serangan jantung, antara lain:

  • Gaya hidup sehat. Jangan merokok dan pertahankan berat badan yang sehat dengan pola makan yang menyehatkan jantung. Berolahragalah secara teratur dan kelola stres.
  • Kelola kondisi kesehatan lainnya. Kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes, dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Jadi sebaiknya tanyakan kepada dokter tentang seberapa sering memerlukan pemeriksaan.
  • Minum obat sesuai petunjuk. Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan jantung.

Demikian ulasan mengenai serangan jantung yang patut Anda waspadai karena jika dibiarkan bisa berakibat fatal. Dengan mengenali penyakit ini lebih jauh dapat membantu Anda baik dalam mencegah dan pengobatan yang tepat.

Cleveland Clinic. Diakses pada 21 Mei 2024. Heart Attack. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16818-heart-attack-myocardial-infarction

Mayo Clinic. Diakses pada 21 Mei 2024. Heart attack. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106

Medical News Today. Diakses pada 21 Mei 2024. How to spot and treat a heart attack. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151444#symptoms

Sumber

Artikel Lainnya