Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Hipertensi (Darah Tinggi): Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang terjadi ketika kekuatan darah yang mendorong dinding arteri terlalu tinggi. Penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala, namun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kondisi kesehatan serius lainnya. Simak selengkapnya mulai dari penyebab, gejala, pengobatan, hingga pencegahan dalam ulasan di bawah ini.

Apa itu Hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kekuatan darah yang mendorong dinding arteri terlalu tinggi. Setiap kali jantung berdetak, ia memompa darah ke arteri. 

Tekanan darah paling tinggi ketika jantung berdetak yang memompa darah atau disebut tekanan sistolik. Sedangkan saat jantung istirahat di antara detaknya, tekanan darah Anda turun yang disebut tekanan diastolik.

Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mm Hg). Secara umum, hipertensi adalah pembacaan tekanan darah 130/80 milimeter air raksa (mm Hg) atau lebih tinggi.

Tekanan darah terbagi menjadi empat kategori umum. Tekanan darah ideal dikategorikan normal. Berikut ini penjelasannya:

  • Tekanan darah normal. Tekanan darah lebih rendah dari 120/80 mm Hg.
  • Peningkatan tekanan darah. Angka atas berkisar antara 120 hingga 129 mm Hg dan angka bawah berada di bawah, bukan di atas, 80 mm Hg.
  • Hipertensi stadium 1. Angka atas berkisar antara 130 hingga 139 mm Hg atau angka bawah antara 80 hingga 89 mm Hg.
  • Hipertensi stadium 2. Angka atas adalah 140 mm Hg atau lebih tinggi, atau angka bawah adalah 90 mm Hg atau lebih tinggi.

Baca juga: Hipokalemia: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyebab Hipertensi

Terdapat dua jenis tekanan darah tinggi yang umum terjadi, yakni hprimer hypertension dan secondary hypertension. Berikut adalah perbedaan di antara keduanya.

1. Hipertensi Primer (Hipertensi Esensial) 

Bagi sebagian besar orang dewasa, tidak ada penyebab hipertensi yang dapat diidentifikasi. Jenis hipertensi ini disebut hipertensi primer atau hipertensi esensial. Jenis ini cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Penumpukan plak yang terjadi di arteri disebut aterosklerosis dapat meningkatkan risiko hipertensi.

2. Hipertensi Sekunder

Jenis hipertensi ini disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya. Hipertensi sekunder cenderung muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer. Masalah kesehatan dan obat-obatan yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, termasuk:

  • Tumor kelenjar adrenal.
  • Masalah pembuluh darah yang muncul saat lahir (kelainan jantung bawaan).
  • Obat batuk dan pilek, beberapa obat pereda nyeri, pil KB, dan obat resep lainnya.
  • Obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin.
  • Penyakit ginjal.
  • Obstructive sleep apnea.
  • Masalah tiroid.

Terkadang sekadar memeriksakan kesehatan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, ini disebut white coat hypertension atau hipertensi jas putih.

Gejala Hipertensi

Sebagian besar penderita tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala, meskipun tekanan darahnya mencapai tingkat yang sangat tinggi. Penderitanya bahkan bisa mengalami tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa gejala apa pun.

Beberapa penderita hipertensi mungkin mengalami keluhan berikut ini:

  • Sakit kepala.
  • Sesak napas.
  • Mimisan.

Namun gejala-gejala tersebut tidak spesifik. Biasanya penyakit ini tidak terjadi sampai tekanan darah tinggi mencapai tahap yang parah atau mengancam jiwa.

Kapan Harus ke Dokter?

Kunjungi dokter untuk pemeriksaan tahunan. Dokter akan memantau tekanan darah dan merekomendasikan pengobatan, jika diperlukan, untuk membantu tubuh tetap sehat.

Segera hubungi rumah sakit atau segera pergi ke unit gawat darurat (UGD) terdekat jika Anda tiba-tiba mengalami gejala krisis hipertensi, termasuk:

  • Sesak napas.
  • Penglihatan kabur.
  • Palpitasi jantung.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri dada.
  • Kecemasan.
  • Pusing.
  • Mimisan.
  • Muntah.

Diagnosis Hipertensi

Mendiagnosis hipertensi biasanya semudah melakukan pembacaan tekanan darah. Sebagian besar rumah sakit memeriksa tekanan darah sebagai bagian dari kunjungan rutin. Jika tidak menerima pembacaan tekanan darah pada pertemuan berikutnya, sebaiknya mintalah.

Jika tekanan darah meningkat, dokter mungkin meminta Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut selama beberapa hari atau minggu. Diagnosis hipertensi jarang diberikan hanya setelah satu kali pembacaan.

Dokter perlu melihat bukti adanya masalah yang berkelanjutan. Hal itu karena lingkungan Anda dapat memicu peningkatan tekanan darah, seperti stres yang mungkin dirasakan saat berada di ruang praktik dokter. Selain itu, tingkat tekanan darah bisa berubah sepanjang hari.

Jika tekanan darah tetap tinggi, kemungkinan besar dokter akan melakukan tes lebih lanjut untuk menyingkirkan kondisi yang mendasarinya. Tes-tes ini termasuk:

  • Pemeriksaan kolesterol dan tes darah lainnya.
  • Tes aktivitas listrik jantung dengan elektrokardiogram (EKG)
  • Ultrasonografi (USG) jantung atau ginjal.
  • Monitor tekanan darah di rumah untuk memantau tekanan darah selama 24 jam di rumah.

Tes-tes tersebut dapat membantu dokter mengidentifikasi masalah sekunder yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Dokter juga dapat melihat dampak tekanan darah tinggi terhadap organ tubuh.

Selama waktu tersebut, dokter mungkin mulai mengobati hipertensi. Perawatan secara dini bisa membantu mengurangi risiko kerusakan jangka panjang.

Baca juga: Cara Menggunakan Accu-Chek: Alat Tes Gula Darah Praktis

Pengobatan Hipertensi

Perawatan tekanan darah tinggi termasuk dengan perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan. Dokter mungkin merekomendasikan pengobatan berdasarkan pembacaan tekanan darah Anda, penyebab tekanan darah tinggi, dan kondisi yang mendasarinya.

Berikut ini beberapa pengobatan untuk hipertensi:

1. Perubahan Gaya Hidup

Dalam beberapa kasus, tekanan darah bisa diturunkan tanpa obat. Misalnya, dokter mungkin menyarankan untuk memulai dengan perubahan gaya hidup jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi stadium 1.

Berikut beberapa tips yang terbukti menurunkan tekanan darah secara alami:

  • Pertahankan berat badan yang sehat. Dokter dapat memberi Anda kisaran target berat badan yang ideal untuk Anda.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat. Sebagai contohnya adalah diet DASH. Jenis diet ini adalah cara makan yang penuh dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak.
  • Kurangi asupan garam. Idealnya batasi asupan natrium atau garam tidak lebih dari 1.500 miligram (mg) per hari. Jika ini terlalu sulit awalnya, cobalah mulai dengan mengurangi asupan harian setidaknya 1.000 miligram.
  • Mendapatkan cukup potasium. Cobalah untuk mengonsumsi 3.500 hingga 5.000 miligram per hari, idealnya didapatkan dari makanan yang Anda konsumsi, bukan dari suplemen. Beberapa makanan tinggi potasium antara lain pisang, alpukat, dan kentang (dengan kulitnya).
  • Olahraga. Jika bingung atau kesulitan, sebaiknya tanyakan kepada dokter tentang bagaimana tips untuk memulai. Secara umum, mulailah secara perlahan dan tingkatkan latihan aerobik hingga 150 menit per minggu. Latihan ketahanan seperti mengangkat beban ringan juga bisa membantu.
  • Batasi asupan alkohol. Jika terbiasa mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol, sebaiknya konsumsi secukupnya dan jangan berlebihan.

2. Obat-obatan

Empat kelas obat tekanan darah merupakan pengobatan utama (paling efektif dan sering diresepkan) ketika memulai pengobatan, antara lain:

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors. Obat ini memblokir produksi hormon angiotensin II, yang secara alami digunakan tubuh untuk mengatur tekanan darah. Ketika obat memblokir angiotensin II, pembuluh darah tidak menyempit.
  • Angiotensin II receptor blockers (ARBs). Obat memblokir hormon yang sama agar tidak berikatan dengan reseptor di pembuluh darah. ARB bekerja dengan cara yang sama seperti ACE inhibitor untuk menjaga pembuluh darah agar tidak menyempit.
  • Calcium channel blockers. Obat untuk mencegah kalsium memasuki sel otot jantung dan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah tersebut menjadi rileks.
  • Diuretik (pil air atau cairan). Obat untuk membuang kelebihan natrium dari tubuh, mengurangi jumlah cairan dalam darah. Diuretik sering kali dikonsumsi dengan obat tekanan darah tinggi lainnya, terkadang dalam satu pil kombinasi.

Baca Juga: Obat Darah Tinggi di Apotek yang Bagus dan Efektif

Komplikasi Hipertensi

Tekanan yang berlebihan pada dinding arteri akibat tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan organ tubuh. Semakin tinggi tekanan darah dan semakin lama tidak terkontrol, maka semakin besar kerusakan yang terjadi.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi, antara lain:

  • Serangan jantung atau stroke.
  • Aneurisma.
  • Gagal jantung.
  • Masalah ginjal.
  • Gangguan pada mata.
  • Sindrom metabolik.
  • Perubahan pada ingatan atau pemahaman.
  • Demensia.

Pencegahan Hipertensi

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, termasuk berikut ini:

Pola makan sehat. Cara ini adalah langkah penting dalam menjaga tekanan darah tetap normal. Misalnya diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dengan mengharuskan untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian ke dalam makanan Anda.

  • Kurangi asupan garam (natrium). Untuk mencegah hipertensi, Anda harus mengurangi jumlah natrium dalam makanan Anda. Sebaiknya usahakan tetap di bawah 1.500 miligram sehari.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Menerapkan pola makan yang tepat berarti menjaga berat badan yang sehat. Menurunkan berat badan berlebih dengan diet dan olahraga akan membantu menurunkan tekanan darah ke tingkat yang lebih sehat.
  • Olahraga. Sebaiknya rajin olahraga atau tetap aktif secara fisik. Bahkan aktivitas fisik sederhana (seperti berjalan kaki) dapat menurunkan tekanan darah dan berat badan.
  • Hindari alkohol. Jika terbiasa minum alkohol sebaiknya hindari atau kurangi porsinya secara perlahan.

Demikian ulasan lengkap mengenai hipertensi atau tekanan darah tinggi yang umum terjadi. Jika Anda kep mengalami penyakit ini penting untuk mengenali penyebab hingga pengobatannya.

Chat dengan dokter rekanan Farmaku di sini untuk konsultasi seputar kesehatan secara keseluruhan, termasuk tekanan darah tinggi dan pengobatannya.

Cleveland Clinic. Diakses pada 22 April 2024. High Blood Pressure (Hypertension). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4314-hypertension-high-blood-pressure#symptoms-and-causes

Healthline. Diakses pada 22 April 2024. Everything You Need to Know About High Blood Pressure (Hypertension). https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension

Medical News Today. Diakses pada 22 April 2024. Everything you need to know about hypertension (high blood pressure). https://www.medicalnewstoday.com/articles/150109

Mayo Clinic. Diakses pada 22 April 2024. High blood pressure (hypertension). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410

Sumber

Artikel Lainnya