15 Obat Diabetes yang Umum Diresepkan Oleh Dokter

obat diabetes farmaku

Diabetes adalah penyakit kronis di mana kadar gula darah (glukosa) tubuh terlalu tinggi. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengontrolnya adalah mengonsumsi obat diabetes. Di artikel ini Farmaku merangkum berbagai obat resep yang biasanya dianjurkan oleh dokter.

Beragam Pilihan Obat untuk Diabetes

Pengobatan diabetes bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah tetap stabil sehingga pasien dapat tetap beraktivitas dengan normal.

Berikut ini daftar obat diabetes di apotek yang bisa membantu mengontrol kadar gula darah Anda, di antaranya:

1. Metformin

Obat ini mengandung metformin HCl yang digunakan untuk penanganan pertama pada pengidap diabetes tipe 2.

Metformin bekerja dengan cara mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Dengan begitu, glukosa bisa mudah diserap oleh sel-sel di tubuh dan tubuh bisa menggunakan insulin lebih efektif. 

Efek samping yang bisa terjadi saat Anda mengonsumsinya antara lain; diare, mual, dan penurunan berat badan. Efek tersebut dapat hilang saat tubuh bisa beradaptasi dengan obat ini.

Apabila penggunaan obat ini tidak cukup membantu mengendalikan gula dalam darah, biasanya dokter akan meresepkan obat injeksi atau oral sebagai kombinasi untuk penanganan diabetes.

Tergolong obat keras, penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk yang sudah diberikan dokter.

Beli Metformin 500 mg Tablet Hexp di Sini

Beli Metformin 850 mg Tablet Dexa di Sini

2. Glucophage

Glucophage merupakan obat dengan kandungan metformin hydrochloride di dalamnya. Obat ini bekerja dengan menekan produksi gula darah oleh hati, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan penyerapan glukosa di saluran pencernaan. 

Obat Glucophage diperuntukan bagi orang dengan kelebihan berat badan. Tidak hanya itu, obat ini juga dapat dijadikan sebagai terapi prediabetes, yang merupakan pengobatan untuk orang berisiko terkena penyakit diabetes tipe 2.

Anda dapat konsumsi obat ini bersama dengan makanan. Anda juga disarankan untuk lebih banyak minum air putih setelah konsumsi obat. 

Termasuk dalam golongan obat keras, penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep dokter. 

Beli Glucophage 500 mg Tablet di Sini

Beli Glucophage 850 mg Tablet di Sini

3. Glimepiride

Glimepiride merupakan obat yang berguna untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Obat ini termasuk dalam obat antidiabetes golongan sulfonylurea. 

Obat Glimepiride bekerja dengan mendorong pankreas untuk memproduksi insulin serta membantu kerja insulin dalam tubuh menjadi lebih maksimal. Dengan demikian, kadar gula dalam darah dapat diturunkan. 

Perlu diperhatikan bahwa obat ini tidak efektif dalam pengobatan diabetes tipe 1 karena glimepiride hanya dapat menurunkan gula darah pada pasien yang bisa produksi insulin secara alami. 

Penggunaan obat ini hanya dapat dilakukan di bawah pengawasan dokter karena termasuk dalam golongan obat keras. Selain itu, penggunaan obat ini perlu disertai dengan olahraga teratur dan pengaturan pola makan. 

Beli Glimepiride 1 mg Tablet Hexp di Sini

Beli Glimepiride 2 mg Tablet Hexp di Sini

Beli Glimepiride 3 mg Tablet Hexp di Sini

Beli Glimepiride 4 mg Tablet Hexp di Sini

4.Amaryl

Obat ini mengandung glimepiride dan termasuk obat antidiabetes golongan sulfonilurea. Amaryl bekerja dengan cara mendorong produksi insulin dan membantu tubuh dalam menggunakannya dengan lebih efisien.

Obat ini tergolong obat keras, sehingga penggunaanya perlu sesuai resep dokter. Efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi obat ini, antara lain muntah, mual, diare, nyeri pada ulu hati, dan sembelit. 

Beli Amaryl 1 mg Tablet di Sini

Beli Amaryl 2 mg Tablet di Sini

Beli Amaryl 3 mg Tablet di Sini

Beli Amaryl 4 mg Tablet di Sini

5. Metrix

Obat diabetes produksi Kalbe ini mengandung senyawa aktif glimepiride. Kandungan tersebut dapat memberikan dorongan kepada pankreas untuk memproduksi insulin sekaligus membuat tubuh menggunakan insulin lebih efisien.

Obat Metrix khusus untuk pasien diabetes tipe 2 dan tidak efektif bagi penderita diabetes tipe 1. Perlu diketahui juga, obat ini tergolong obat keras dan perlu konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat. 

Beli Metrix 1 mg Tablet di Sini

Beli Metrix 2 mg Tablet di Sini

Beli Metrix 3 mg Tablet di Sini

Beli Metrix 4 mg Tablet di Sini

6. Glibenclamide

Glibenclamide merupakan obat yang dapat digunakan untuk menjaga kadar gula darah untuk pasien diabetes melitus tipe 2. Obat ini juga termasuk dalam obat antidiabetes sulfonilurea. 

Senyawa aktif glibenclamide bekerja dengan mendorong pankreas untuk meningkatkan produksi insulin serta membuat hormon insulin dapat digunakan lebih efisien oleh tubuh. 

Hormon insulin memiliki peran penting pada pengaturan gula darah dalam tubuh. Hormon ini berfungsi untuk mengedarkan gula darah ke dalam sel. Dengan demikian kadar gula darah bisa menurun. 

Obat glibenclamide tergolong dalam obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. 

Beli Glibenclamide 5 mg Tablet KF di Sini

7. Renabetic

Obat ini juga diberikan untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Kandungan senyawa aktif glibenclamide dalam obat Renabetic bekerja dengan cara mendorong pankreas untuk memproduksi insulin serta mendukung penggunaan hormon insulin dengan lebih efektif oleh tubuh.

Beberapa efek samping yang dapat dirasakan akibat konsumsi Renabetic, antara lain kenaikan berat badan, mual, sensasi terbakar di dada, serta perut yang terasa penuh.

Obat ini tergolong obat keras, oleh sebab itu Anda perlu mengikuti dosis dan aturan pakai yang sudah diberikan oleh dokter. 

Beli Renabetic 5 mg Tablet di Sini

8. Acarbose

Obat ini merupakan obat terapi kombinasi diet bagi penderita diabetes tipe 2. Kandungan acarbose di dalam obat ini membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam usus halus supaya lonjakan kadar gula darah sesudah makan dapat dikurangi.

Acarbose biasanya digunakan bersamaan dengan obat diabetes lain seperti insulin atau metformin untuk mengendalikan kadar gula darah. Selain itu, penggunaan obat ini perlu diimbangi dengan olahraga teratur serta menerapkan pola makan sehat agar kerjanya lebih efektif. 

Obat ini tergolong obat keras dan butuh resep dokter untuk mengonsumsinya.

Beli Acarbose 50 mg Tablet Dexa di Sini

Beli Acarbose 100 mg Tablet Dexa di Sini

9. Forxiga

Forxiga merupakan obat antidiabetes dengan kandungan dapagliflozin di dalamnya. Senyawa aktif yang terkandung di dalamnya bekerja dengan cara meningkatkan pembuangan gula darah melalui urine. 

Selain itu, senyawa aktif dapagliflozin juga mampu meningkatkan pembuangan cairan tubuh sehingga obat ini juga dapat menangani kondisi tubuh yang kelebihan cairan tubuh. Obat ini juga diketahui dapat menurunkan risiko gagal jantung pada pasien diabetes tipe 2 yang menderita gangguan jantung. 

Obat ini tergolong obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter.

Beli Forxiga 5 mg Tablet di Sini

Beli Forxiga 10 mg Tablet di Sini

10. Trajenta

Trajenta merupakan obat antidiabetes dengan kandungan linagliptin di dalamnya. Senyawa aktif linagliptin bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan insulin serta mengurangi produksi gula darah oleh hati. Dengan demikian, kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 dapat diturunkan. 

Obat ini dapat dikonsumsi sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat antidiabetes lainnya, seperti metformin atau empagliflozin. 

Perlu diperhatikan bahwa obat ini tidak dapat mengendalikan gula darah pada penderita diabetes tipe 1. Selain itu, obat ini tergolong obat keras, sehingga dosis dan aturan pakainya harus mengikuti petunjuk dokter. 

Beli Trajenta 5 mg Tablet di Sini

11. Jardiance

Obat diabetes lain yang dapat ditemukan di apotek, adalah Jardiance. Obat ini mengandung senyawa aktif empagliflozin. Senyawa aktif ini bekerja dengan meningkatkan pembuangan gula dalam darah melalui urine. Dengan demikian, kadar gula dalam darah akan mengalami penurunan. 

Tidak hanya untuk mengatasi diabetes, obat ini juga dapat mencegah serangan jantung, stroke, serta gagal jantung pada pasien diabetes tipe 2 yang juga menderita sakit jantung. 

Obat ini tergolong obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. 

Beli Jardiance 10 mg Tablet di Sini

Beli Jardiance 25 mg Tablet di Sini

12. Glucovance

Obat ini diberikan untuk menurunkan kadar gula dalam darah pada pasien diabetes tipe 2, terutama jika kadar gula tidak dapat dikendalikan dengan olahraga, pola makan, serta obat tunggal. 

Glucovance merupakan obat dengan kombinasi dua bahan aktif, yaitu metformin dan glibenclamide. Kedua senyawa aktif ini bekerja dengan mendorong produksi dan kerja hormon insulin, menurunkan penyerapan gula dalam usus, serta membentuk gula darah dalam hati. 

Perlu diperhatikan, efek samping yang mungkin muncul akibat konsumsi obat ini, antara lain hipoglikemia, mual dan muntah, sakit maag, dan diare. 

Glucovance termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep dokter. 

Beli Glucovance 250 mg/1.25 mg Tablet di Sini

Beli Glucovance 500 mg/2.5 mg Tablet di Sini

Beli Glucovance 500 mg/5 mg Tablet di Sini

13. Ozempic

Ozempic merupakan obat antidiabetes dalam bentuk injeksi yang dapat mengendalikan kadar gula dalam darah serta menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada orang dengan diabetes tipe 2 dengan sakit jantung.

Obat ini mengandung senyawa aktif semaglutide yang bekerja dengan meningkatkan produksi insulin serta menurunkan produksi glukagon. Dengan demikian, kadar gula dalam darah dapat diturunkan. 

Perlu diperhatikan bahwa obat ini termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep dokter. Selain itu, Anda juga tidak boleh berbagi obat ini dengan orang lain, bahkan setelah jarum diganti. Langkah ini dilakukan untuk menurunkan risiko infeksi serius.

Beli Ozempic Dual Dose 0.25/0.5 mg Injection 1.5 ml di Sini

14. Novorapid Flexpen

Novorapid Flexpen mengandung insulin analog yang dapat bekerja cepat, yairu insulin aspart. Produk ini mampu menurunkan gula darah dalam kurung waktu 10-20 menit setelah disuntikkan dalam tubuh. 

Insulin aspart merupakan bentuk insulin yang dapat bekerja dengan cepat dan banyak digunakan untuk mengatasi hiperglikemia yang disebabkan oleh diabetes tipe 1 dan 2. 

Injeksi Novorapid Flexpen perlu dilakukan segera sebelum makan. Injeksi tidak boleh dilakukan lebih dari 5-10 menit sebelum makan. Perlu diperhatikan bahwa produk ini termasuk dalam golongan obat keras. Oleh sebab itu, penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. 

Beli Novorapid Flexpen 100 UI Injection 3 ml di Sini

15. Levemir Flexpen

Levemir Flexpen merupakan obat dengan sediaan injeksi dengan kandungan insulin detemir di dalamnya. Obat ini diberikan melalui injeksi subkutan.

Insulin detemir merupakan jenis insulin yang bekerja dalam jangka waktu yang lebih lama, yaitu lebih dari 24 jam. Insulin jenis ini merupakan analog insulin manusia. 

Penggunaan Levemir Flexpen dapat diberikan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan tipe insulin bolus atau obat antidiabetes lain yang diberikan melalui rute oral. 

Obat ini tergolong dalam obat keras, oleh sebab itu, penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. 

Beli Levemir Flexpen 100 UI Injection 3 ml di Sini

Demikian beberapa obat diabetes yang dapat ditemukan di apotek. Obat diabetes umumnya merupakan obat yang termasuk dalam golongan obat keras, sehingga perlu konsultasi dengan dokter untuk menggunakannya. 

Sebelum membeli obat, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter rekanan Farmaku di link ini: Chat Dokter, download aplikasi Farmaku sekarang!

Baca juga: