Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

10 Ide Olahraga untuk Anak yang Membuat Semangat Gerak!

Membesarkan anak di era digital tentunya memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah saat ini anak lebih terbiasa menghabiskan waktu dengan gawai ketimbang bermain bersama teman mereka. Tentunya hal ini tidak baik bagi kesehatan anak karena kurang aktivitas fisik dapat memicu terkena obesitas dan penyakit lainnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini 6 Cara Olahraga yang Benar untuk Balita

Ketika melibatkan anak, kegiatan yang disiapkan haruslah menyenangkan dan sesuai dengan minat mereka. Tanpa variasi permainan, anak akan cepat bosan dan tidak semangat dalam melakukan aktivitas fisik. Bagi Anda yang belum tahu bagaimana cara mengenalkan olahraga anak dan jenis kegiatan apa saja yang bisa diterapkan, baca informasi lengkap terkait olahraga anak di bawah ini.

Berapa Usia yang Tepat untuk Membangun Kebiasaan Olahraga Pada Anak?

Olahraga Pada Anak


Tidak ada kata terlambat dalam memulai olahraga, begitu pula dengan terlalu awal memperkenalkannya. Sejak bayi hingga dewasa, anak membutuhkan kegiatan fisik untuk mengembangkan kemampuan motorik dan kekuatan otot mereka. Anak bisa melakukan olahraga ringan selama 60 menit setiap harinya, sedangkan untuk akivitas yang mengasah otot cukup dilakukan tiga kali seminggu.

Olahraga yang baik untuk anak adalah kegiatan yang disesuaikan dengan tumbuh kembang dan dilakukan secara rutin. Dalam rentang waktu satu jam, Anda bisa menggabungkan olahraga dengan permainan yang mengasah fisik, karena olahraga pada anak tidak selalu berkaitan dengan push-up, sit-up, atau tennis. Berlarian, naik dan turun tangga, serta melompat pun bisa menjadi bagian olahraga untuk anak.

Seorang pediatrik dari Atlanta mengungkapkan, olahraga pada balita bisa dilakukan hingga 1,5 jam dengan pembagian waktu 30 menit aktivitas fisik terstruktur, sedangkan sisanya aktivitas bebas. Sedangkan anak usia sekolah sudah mulai difokuskan pada olahraga ringan hingga berat. Anak berolahraga sedari dini akan membuat tubuh mereka menjadi sehat dan bugar hingga dewasa.

Manfaat Membangun Kebiasaan Olahraga pada Anak

cara bangun kebiasaan olahraga pada anak


Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga memberikan manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya tubuh yang prima, kebiasaan baik ini dapat meminimalisir risiko terserang penyakit kronis. Dengan berolahraga, kekuatan otot dan tulang akan terasah, serta meningkatkan kesehatan jantung dan peredaran darah.

Selain itu, olahraga juga memberikan manfaat nonfisik seperti kesehatan mental dan kemampuan kognitif. Kegiatan olahraga yang melibatkaan koordinasi dengan orang lain akan mengasah kecakapan bersosialisasi. Berikut nilai yang bisa diberikan kepada anaksaat mereka membangun kebiasaan berolahraga:

1. Menumbuhkan percaya diri


Sering bertemu dengan orang dan menunjukkan kemampuan saat berolahraga menjadi dasar terbangunnya rasa percaya diri pada anak. Terlebih jika anak senang mengikuti kompetisi, ia akan semakin merasa yakin pada kemampuan dirinya karena bisa mendapatkan sesuatu dari usahanya. Perlahan, sikap positif terhadap diri sendiri pun akan tumbuh dan anak semakin semangat mengembangkan bakat yang dimiliki.

2. Memiliki sifat sportif

Saat berolahraga, anak akan terbiasa menghadapi kemenangan dan kekalahan. Apapun kondisinya, mereka akan diajarkan untuk menghargai lawan dan menerima hasil akhir dengan lapang dada. Sikap sportif seperti ini akan terus membekas hingga mereka dewasa kelak.

3. Sebagai sarana bersosialisasi

Olahraga adalah media yang baik untuk mengajarkan anak berinteraksi dengan orang lain. Umumnya olahraga akan melibatkan lebih dari satu orang untuk melaksanakan kegiatan sehingga anak akan terlibat dalam aktivitas kelompok. Di dalam sebuah tim, anak akan belajar menjalin persahabatan dengan anggota lain, berkomunikasi dengan baik, dan memecahkan masalah.

4. Membantu mencapai target


Ketika anak mulai mendalami olahraga, mereka akan diajarkan untuk membuat target. Biasanya hal ini berkaitan dengan menyusun langkah-langkah supaya dapat memenangkan pertandingan. Lebih dari itu, kebiasaan ini akan membantu anak menentukan target jangka pendek dan jangka panjang dalam hidup.

5. Meningkatkan kecerdasan

Anak yang gemar berolahraga memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan yang jarang beraktivitas fisik. Olahraga membantu anak dalam berkonsentrasi, komitmen, serta manajemen waktu. Mereka juga akan lebih tekun dalam menyelesaikan setiap tanggung jawabnya karena terbiasa terus berlatih demi mencapai target olahraga.

10 Macam Olahraga yang Baik untuk Anak

olaharga yang baik untuk anak


Olahraga anak memiliki keberagaman aktivitas yang perlu disesuaikan dengan usia. Dengan arahan dan dukungan Anda sebagai orang tua akan membuat anak tertarik mengikuti aktivitas fisik. Variasi kegiatan pun penting diberikan supaya anak tidak bosan dan manfaatnya dapat dirasakan dengan optimal.

Maka, sebelum mengawali olahraga penting untuk mempertimbangkan usia, tingkat kedewasaan, dan kemampuan anak. Untuk memudahkan, pemilihan kegiatan akan berdasarkan kelompok usia yang memiliki tumbuh kembang serupa. Berikut macam-macam olahraga yang bisa menjadi kebiasan baik untuk anak yang perlu Anda ketahui.

1. Lari

Bisa dikatakan bahwa lari merupakan dasar dari berbagai olahraga. Pengaplikasian lari pun bisa disesuaikan dengan rentang usia dan kebutuhan. Bagi anak balita, lari bisa dikombinasikan dengan permainan saling mengejar atau menangkap. Sedangkan anak usia sekolah dan remaja umumnya sudah bisa melakukan olahraga lari yang lebih berat seperti sprint atau marathon. Meskipun terkesan sederhana, lari bermanfaat untuk membangun tulang serta menguatkan otot.

2. Squat

Olahraga squat ternyata dapat membantu anak membangun ketahanan dan kekuatan tubuh, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Squat menjadi salah satu jenis olahraga untuk anak usia dini yang dapat membangun kebiasaan baik. Variasikan squat dengan permainan seperti meletakkan makanan pada bangku supaya mereka tidak duduk dan mempertahankan posisi squat.

3. Melompat

Saat melompat, otak kiri dan kanan berkoordinasi dengan baik untuk menjaga keseimbangan tubuh. Inilah mengapa melompat penting dijadikan rangkaian dalam olahraga. Kegiatan yang menarik bagi anak balita adalah melompat sambil mengikuti irama lagu atau dengan meletakkan mainan untuk dilompati. Untuk anak usia sekolah dan remaja, melompat bisa diasah dengan menggunakan tali skipping untuk memaksimalkan berbagai otot pada tubuh.

4. Crab Walk

Crab walk atau berjalan seperti kepiting merupakan posisi duduk dengan kaki di bagian depan dan tangan di bagian belakang seperti kayang. Posisi crab walk yang tidak biasa ini bermanfaat untuk menguatkan otot inti dan otot tangan. Jika anak sudah mulai terlihat piawai, Anda bisa menambahkan benda di atas perut dan meminta anak untuk berjalan seperti kepiting tanpa menjatuhkan barang tersebut.

Keempat kegiatan di atas merupakan dasar aktivitas fisik yang penting dikenalkan pada anak. Tidak hanya itu, lari, melompat, squat, serta crab walk bisa dimodifikasi dengan aneka permainan untuk membuatnya semakin menarik. Variasi kegiatan ini bisa diaplikasikan hampir ke semua anak yang motoriknya sudah cukup kuat. Sedangkan keenam olahraga di bawah ini umumnya baru bisa dikenalkan pada anak usia 5 tahun ke atas.

5. Yoga


Siapa bilang yoga hanya diperuntukkan orang dewasa? Olahraga ini penting diberikan pada anak untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot. Yoga juga memberikan efek menenangkan sehingga anak akan terhindar dari stres.

Baca Juga: 7 Gerakan Yoga Atasi Cemas dan Stres Selama Pandemi Corona

6. Sepak bola

Sepak bola merupakan olahraga paling populer di dunia. Biasanya usia balita sudah mulai senang bermain menendang dan melempar bola. Meskipun belum dapat dilakukan dengan sempurna, jika anak mulai menunjukkan minatnya pada bola, kesukaan ini bisa diasah dengan mendaftarkan anak pada klub. Hal ini bertujuan mengajarkan anak untuk bersosialisasi, disiplin, dan kepemimpinan. Sedangkan manfaat fisik berupa daya tahan jantung yang kuat, keseimbangan, dan kontrol badan.

7. Gimnastik

Meskipun gimnastik erat hubungannya dengan wanita, ternyata olahraga ini bisa dilakukan oleh wanita maupun pria. Gimnastik memberikan manfaat fisik berupa kekuatan jantung, fleksibilitas, koordinasi, dan kesimbangan. Di sisi lain, keuntungan sosial yang didapat adalah terbangunnya rasa percaya diri dan disiplin.

8. Bersepeda

Bersepeda merupakakan olahraga yang digemari berbagai usia dari balita hingga dewasa. Bersepeda dapat memperkuat otot kaki, menjaga kebugaran jantung, fleksibilitas, koordinasi, dan keseimbangan. Sedangkan manfaat sosial didapat dari kegigihan anak dalam belajar sepeda meskipun harus mengalami jatuh berkali-kali, seperti sikap disiplin, kesadaran lingkungan, serta penghargaan pada diri sendiri.

9. Inline Skate

Serupa dengan sepeda, inline skate juga membuat anak tetap bangkit meskipun sudah terjatuh saat belajar. Hal ini akan membuat anak menghargai akan pencapaiannya saat mendalami inline skate. Di sisi lain, keuntungan fisik yang didapat dari olahraga ini adalah jantung yang sehat, tubuh yang fleksibel, dan kuatnya otot kaki.

10. Renang

Renang merupakan olahraga yang bisa diajarkan sejak masih bayi. Salah satu tujuannya adalah untuk mengajarkan anak cara bertahan di dalam air. Selain itu, renang dapat melatih kinerja paru-paru sehingga cocok diaplikasikan pada anak yang mengidap asma.

Bagaimana Cara yang Baik untuk Meningkatkan Olahraga pada Anak?

umur berapa biasanya untuk membangun kebiasaan olahraga pada anak

Hidup di era digital ternyata berdampak pada kebiasaan anak dalam menghabiskan waktu. Anak cenderung mengisi waktu luang di depan TV atau gadget dibandingkan bermain di luar. Hal ini juga menyebabkan anak enggan ketika diajak beraktivitas fisik dan memilih bermain dengan gawai. Padahal, aktivitas fisik penting dilakukan setiap harinya untuk mencegah anak terkena obesitas dan risiko penyakit lainnya.

Sebagai orang tua tentunya Anda membutuhkan cara yang tepat untuk membangun kebiasaan olahraga yang baik pada anak. Alih-alih termotivasi, jika Anda terlalu memaksakan dengan metode yang kurang menyenangkan justru membuat anak menjadi semakin malas. Bagi Anda yang masih kebingungan, berikut langkah yang bisa diterapkan supaya anak tertarik berolahraga:

Menjadi role model dan beraktivitas bersama

Children see, children do merupakan ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bahwa orang tua adalah cerminan anak. Maka, motivasi untuk membangun kebiasaan anak berolahraga dimulai dari orang tua. Selain itu, melakukan aktivitas fisik bersama-sama juga akan membuat anak semakin semangat berolahraga dan meningkatkan bonding satu sama lain.

Pilih aktivitas yang menyenangkan

Dengan menyiapkan kegiatan yang sesuai dengan minat anak, mereka akan lebih cepat tertarik untuk terlibat dalam olahraga. Terlebih jika permainan dilakukan bersama-sama anggota keluarga. Tidak hanya fisik yang terasah, namun kenangan bersama keluarga pun tercipta.

Pastikan kegiatan sesuai dengan usia anak

Setiap rentang usia pada anak memiliki kemampuan fisik yang berbeda-beda. Sehingga, cara olahraga yang baik pada anak adalah yang sudah disesuaikan dengan kompetensi dan kondisi fisik mereka. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak usia 5-10 tahun masih berfokus pada kesenangan dengan instruksi yang simpel. Contoh kegiatan yang tepat adalah berlari, bermain bola, atau berenang.

Sebaliknya pada usia remaja 11-12 tahun, anak sudah cukup siap melakukan olahraga yang lebih berat. Kegiatan yang dipilih bertujuan membentuk otot, meningkatkan kekuatan tulang, dan mengurangi lemak tubuh. Di usia ini sangat cocok untuk memberikan tipe olahraga yang bersifat kompetitif, seperti basket, karate, atau sepak bola.

Sediakan mainan yang dapat menunjang olahraga

Anak pada usia dini akan tertarik berolahraga jika melibatkan mainan yang menarik. Sediakan bola atau tali yang dapat digunakan sebagai media berkegiatan. Anda juga bisa gunakan boneka kesayangannya dengan meletakkannya di tempat lebih tinggi untuk memotivasi anak melompat dan memanjat. Namun, tetap pastikan lingkungan aman dan pakaian anak mendukung untuk melakukan olahraga ini.

Lakukan dengan porsi yang tepat

Ketika anak siap berolahraga, ingatkan mereka untuk beristirahat saat kelelahan. Memulai untuk beraktivitas fisik memang tantangan tersendiri, tapi mengajak anak berhenti dari kegiatan yang mereka sukai pun juga tidak mudah. Untuk itu, pastikan olahraga tidak dilakukan terlalu lama supaya anak tidak terlalu lelah dan berujung sakit. Pengalaman seperti ini dapat membekas dan membuat anak enggan melakukannya di kemudian hari. 

Tidak hanya membangun kebiasaan olahraga pada anak, menjaga asupan makanan bernutrisi juga menjadi fondasi dalam membangun pola hidup sehat. Rutin mengonsumsi susu, buah, dan sayur akan menunjang kesehatan tubuh dan tulang mereka sehingga lebih kuat saat harus melakukan kegiatan yang banyak melibatkan otot dan tulang. Jika perlu, beri suplemen makanan supaya semua kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan baik. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahui gaya hidup seimbang yang cocok diterapkan pada anak Anda.

Healthline. Diakses pada Agustus 2020. Fitness and exercise for kids
https://www.healthline.com/health/fitness-exercise-for-kids#ages-to-3-5
IDAI. Diakses pada Agustus 2020. Manfaat olahraga bagi kesehatan anak dan remaja
https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/manfaat-olahraga-bagi-kesehatan-anak-dan-remaja
Good housekeeping. Diakses pada Agustus 2020. Exercises for kids
https://www.goodhousekeeping.com/life/parenting/g32300455/exercises-for-kids/
Healthy children. Diakses pada Agustus 2020. Encouraging your child to be physically active. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/fitness/Pages/Encouraging-Your-Child-to-be-Physically-Active.aspx


Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak